“Yang seperjuangan di instansi saya awal bekerja sebagai TKK atau honorer semuanya lulus, hanya saya yang enggak masuk, padahal nilai saya tinggi,” paparnya.
Bapak tiga orang anak ini juga bercerita bahwa apa yang dimaksudnya itu adalah bentuk kekecewaannya. Ia merasa hasil tesnya tidak mencerminkan usaha dan nilai yang telah diraih.
Ia berharap di Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ada perhatian khusus bagi para tenaga honorer khusus K2 yang sudah puluhan tahun mengabdi bisa diangkat secara langsung tanpa tes mengingat usia.
“Kami berharap Pak Prabowo bisa memperhatikan ribuan tenaga honorer Kategori 2 (K2) di daerah untuk bisa diangkat secara langsung tanpa tes,” harapnya.
Aang, honorer lainnya mengaku bahwa ujian PPPK yang saat itu disinyalir adanya dugaan kecurangan, terutama adanya dugaan manipulasi data pengangkatan honorer oleh intansi di lingkungan Pemkab Pandeglang.
“Sehingga usulan tiap tahun oleh BKD terus bertambah untuk bisa dimasukkan ke database K2, ujarnya.











