“Skema ini malah membuat talenta tersingkir dan tidak menciptakan PPPK yang berkualitas, bertentangan dengan Permenpan RB No. 6 Pasal 4 huruf C,” tulis akun tersebut.
Komentar lain dari akun yang sama juga menyinggung ketidaksesuaian implementasi aturan di lapangan.
“Amanat UU 23 Tahun 2023, Pasal 66 tentang penataan, maksudnya adalah verifikasi dan validasi. Tapi di lapangan, implementasinya malah beda, aturan bawahannya lebih sakti,” tambahnya.
Seorang pengguna lain, @imjon13, juga meluapkan kekecewaannya terkait hasil seleksi. Ia merasa heran dengan kelulusan peserta yang memiliki nilai rendah.
“Jeung naon di aya keun tes ari nu prioritas nu TKK kategori 2 mah, nilai leutik bae geh bisa lulus, aneh aing. Geus bae diangkat tah nu kategori 2 pang, ulah ngaganggu nu lain!” ucapnya. (fad)











