Hujan Turun, Musim Hujan Kota Tangsel Belum Tiba

Warga bermain sepakbola di lapangan Brimob Ciputat saat suaca mendung. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Banten dalam beberapa hari terakhir belum menjadi tanda musim hujan telah dimulai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kota Tangsel baru memasuki musim hujan pada pertengahan November 2026.

Plt. Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Ana Oktavia Setiowati mengatakan, hujan yang terjadi pada periode musim kemarau dapat dipengaruhi dinamika atau variabilitas atmosfer yang sedang berlangsung.

Bacaan Lainnya

“Hujan yang terjadi pada periode musim kemarau tidak serta-merta menandakan dimulainya musim hujan,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 29 September 2026.

Ana menambahkan, berdasarkan prakiraan musim hujan 2026/2027 yang dikeluarkan BMKG, sebagian besar wilayah Provinsi Banten diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026 secara bertahap dan tidak serentak. Untuk wilayah Kota Tangsel, awal musim hujan diprakirakan terjadi pada pertengahan November 2026.

Ana menjelaskan, dalam sepekan terakhir BBMKG Wilayah II telah memprediksi adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Banten. Kondisi dinamika atmosfer yang cukup aktif mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

Dengan demikian, hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir secara umum masih sesuai dengan prakiraan cuaca yang telah disampaikan BMKG. “Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir belum dapat dijadikan indikator bahwa musim hujan akan datang lebih cepat dari prakiraan,” tambahnya.

Bahkan, berdasarkan prakiraan musim hujan 2026/2027, sebagian besar wilayah Banten diprediksi mengalami awal musim hujan yang mundur dibandingkan kondisi normal.
Mayoritas Zona Musim (ZOM) di Banten diprakirakan mengalami kemunduran awal musim hujan hingga tiga dasarian atau lebih.

Sementara sejumlah wilayah lainnya diprediksi mengalami kemunduran satu hingga dua dasarian, termasuk sebagian wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangsel.
Di sisi lain, kondisi kekeringan meteorologis masih terjadi di sejumlah wilayah Banten.

Berdasarkan analisis Hari Tanpa Hujan (HTH) per 20 September 2026, kekeringan paling signifikan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Serang bagian utara, Kabupaten Tangerang bagian utara, sebagian besar Kabupaten Pandeglang, serta Kabupaten Lebak bagian tengah dan selatan.

“Wilayah tersebut mengalami hari tanpa hujan dalam kategori sangat panjang, yakni 31 hingga 60 hari. Bahkan, beberapa lokasi telah masuk kategori kekeringan ekstrem dengan periode lebih dari 60 hari tanpa hujan,” jelasnya.

Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah terjadi di sejumlah wilayah Banten dalam sepekan terakhir. Di antaranya sebagian Kota Serang, Kabupaten Serang bagian timur dan selatan, Kabupaten Pandeglang bagian utara, Kabupaten Lebak bagian utara dan timur, Kabupaten Tangerang bagian selatan, serta Kota Tangsel.

Namun, distribusi hujan masih bersifat lokal dan tidak merata sehingga sejumlah wilayah masih belum menerima curah hujan yang signifikan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang umumnya terjadi pada masa peralihan musim atau pancaroba.

“Hujan pada periode tersebut berpotensi disertai petir, kilat dan angin kencang dalam durasi relatif singkat,” tuturnya.

Masyarakat diminta memastikan saluran drainase dalam kondisi baik, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang dan genangan air, serta menghindari aktivitas di ruang terbuka ketika terjadi hujan disertai petir.

Selain itu, masyarakat di wilayah yang masih mengalami kemarau panjang diimbau menghemat penggunaan air dan mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air bersih.

“Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi cuaca, iklim dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG,” tutupnya. (*)

Pos terkait