”Kita telah terapkan secara perlahan. Walaupun kondisi sekolah kita yang kecil tetapi tidak membuat kita menjadi kecil hati. Maka itu, harus kita lakukan perlahan agar menjadi sekolah sehat. Harapannya, semua warga sekolah bisa terbiasa menerapkan PBHLS di sekolah maupun di luar sekolah,”ujarnya kepada Banten Ekspres, Senin (30/12).
Siti menambahkan, lingkungan SDN Tigaraksa 2 juga terhindar dari asap rokok. Ini agar siswa bisa terbiasa tidak ada asap rokok di dekat mereka. Bagi guru yang merokok, sudah di siapkan tempatnya dan tidak boleh dilakukan di lingkungan sekolah. Ini karena selain bisa mencontohkan kepada siswa secara tidak langsung, dampak rokok yang lain juga sangat berbahaya bagi pernapasan.
”Saya larang merokok di lingkungan sekolah karena tidak baik untuk kesehatan siswa. Selain itu juga tidak baik jika dilihat siswa jika merokok di lingkungan sekolah. Lebih baik, untuk menjaga lingkungan sekolah tetap sehat, guru atau staf sekolah silahkan merokok di luar lingkungan sekolah,” paparnya.
Ia menjelaskan, pihak sekolah juga terus melakukan penghijauan. Ini karena dengan penghijauan bisa memfilter udara yang kurang baik masuk ke lingkungan sekolah. Tetapi, saat ini masih terbatas ruang lingkup sekolah. Maka itu, banyak pohon yang di tanam sebagai salah satu upaya penghijauan sekolah dan bisa mendapatkan sekolah Adiwiyata di tahun 2025.(ran)











