Ia mencontohkan saat di debat pertama, kedua paslon akan mengatasi timpangnya pembangunan di beberapa daerah. “Cara mengatasi dengan cara apa, harus dipaparkan dengan konkrit, jangan mengawang-awang,” kata Adib. Dalam memaparkan programnya, menurut Adib, kedua paslon harus berani berdebat dengan data.
“Sehingga pemilih mendapatkan gambaran, bahwa paslon yang mereka coblos benar-benar bisa diandalkan,” terang Adib.
Kata Adib, paslon yang punya pengalaman, menguasai masalah dengan data-data konkrit, sudah pasti akan bisa mengatasi masalah. “Debat kedua ini, akan menjadi acaun warga dalam menentukan pilihannya,” paparnya.
“Kalau cuma memaparkan program tanpa detail konkret, gak usah debat, ngobrol aja di warung kopi,” selorohnya. Adib berharap kedua paslon berani saling serang. “Dalam tanda kutip berani saling serang, adua program dan saling mengkritisi program lawan. Ini untuk meyakinkan pemilih, bahwa pilihan mereka memiliki kapasitas,” tegasnya. (tim)











