Melalui sejumlah program, mulai dari pengukuran hingga penimbangan berat badan, termasuk pemberian gizi terhadap mereka. “Kalau stunting yang kami tangani ada 88 anak, dan gizi buruk itu ada 26 sudah diintervensi oleh kami,” ujarnya.
Menurut dia, stunting dan gizi buruk terjadi diakibatkan beberapa faktor penyebab, yang selama ini belum terselesaikan hingga benar-benar tuntas. Di antaranya, faktor ekonomi keluarga, minimnya pemahaman orang tua, hingga faktor-faktor lainnya.
BACA JUGA: Rp39,9 Miliar untuk Penanganan Balita Stunting
“Terdapat beberapa penyebab anak terkena stunting, seperti faktor ekonomi, pernikahan di usia remaja, hingga kekurangan gizi pada masa kehamilan ibu,” tuturnya.
Sebagai upaya pencegahan, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang beserta seluruh Puskesmas diminta untuk melakukan intervensi baik terhadap stunting maupun gizi buruk.











