Condro mengatakan, para petani banyak mengalami gagal panen atau puso akibat banjir, dan di Desa Koper sejauh ini belum mendapatkan bantuan berupa bibit dari pemerintah setempat.
Terdapat empat kelompok tani di Desa Koper, masing-masing kelompok beranggotakan 30 hingga 60 petani, dan masing-masing dari mereka memiliki garapan sawah seluas tiga hingga lima hektare.
“Kami memberikan bibit padi ini, ke perwakilan dari masing-masing kelompok tani, untuk nantinya segera dibagikan kepada masing-masing anggotanya. Kami berharap, meskipun bantuan ini tidak seberapa namun semoga bermanfaat dan dapat meringankan beban para petani,” ujarnya.
Dikatakan Condro, sebelum turun langsung untuk membagikan bantuan, salah seorang personel Polres Serang, menampung aspirasi dari para petani yang terdampak ini.
Hasilnya, petani meminta bantuan berupa bibit padi jenis Ciherang, karena dinilai cocok dengan kondisi persawahan di Desa Koper.











