“Ya ini karena sudah memasuki musim penghujan di Banten,” ujarnya.
Tak hanya itu, kata Agus, kondisi surplus juga akan terjadi di bulan berikutnya yakni April 2024, dengan panen raya yang menghasilkan 325.224 ton GKG atau setara beras 205.639 ton beras dan surplus 73.994 ton beras.
“Angka tanam di Banten pada bulan Desember sudah bagus di angka 46.963 hektate, dan di bulan Januari sebanyak 63.371 hektare. Maka dipastikan produksi beras di beberapa bulan kedepan akan mengalami suplus,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa produksi padi di Banten sempat mengalami defisit pada Januari 2024 hingga 73.132 ton. Hal itu disebabkan menurunnya lahan pertanian yang diakibatkan oleh fenomena El Nino, sehingga ribuan lahan pertanian mengalami kekeringan.
“Nah sekarang diakui baik di Jakarta, Banten dan dalam skala nasional di bulan Januari dan Februari ini kita mengalami defisit. Karena hasil panen bulan ini disumbang oleh tanam di bulan Oktober yang masih dalam keadaan El Nino,” ujarnya.











