TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Iklim investasi di Kota Tangerang menunjukkan tren positif. Hingga triwulan ketiga 2026, realisasi investasi di Kota Tangerang mencapai Rp18,12 triliun atau sekitar 120 persen dari target tahunan sebesar Rp15,15 triliun. Capaian tersebut menjadi sinyal positif terhadap pertumbuhan aktivitas usaha sekaligus meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Kota Tangerang.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja, mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi realisasi investasi sejak triwulan pertama hingga triwulan ketiga yang dilaporkan melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
“Untuk realisasi LKPM di triwulan ketiga ini ada peningkatan cukup signifikan. Target tahun ini Rp15,15 triliun, sedangkan sampai triwulan ketiga secara keseluruhan sudah mencapai Rp18,12 triliun. Artinya, sudah 120 persen atau melampaui target yang ditetapkan,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (30/10).
Ia merinci, realisasi investasi pada triwulan pertama mencapai Rp5,45 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp6,28 triliun pada triwulan kedua. Sementara pada triwulan ketiga, realisasi investasi kembali tumbuh menjadi Rp6,39 triliun.
Capaian tersebut bahkan diraih sebelum memasuki periode pelaporan triwulan keempat. DPMPTSP optimistis aktivitas penanaman modal di Kota Tangerang masih berpeluang memberikan kontribusi tambahan hingga akhir tahun.
Tren positif ini juga melanjutkan capaian investasi pada tahun sebelumnya. Pada 2025, realisasi investasi Kota Tangerang tercatat sebesar Rp22,43 triliun atau mencapai 148 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp15,11 triliun.
Menurut Sugihharto, peningkatan realisasi tersebut tidak terlepas dari semakin tingginya kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal. Kewajiban pelaporan LKPM menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memantau perkembangan investasi di berbagai sektor usaha.
Ia menyebutkan, sektor yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan laporan investasi pada triwulan ketiga 2026 meliputi jasa lainnya, pergudangan, industri karet, transportasi, perdagangan dan jasa, industri makanan, serta reparasi.
Selain itu, investasi dari sejumlah negara juga masih menunjukkan peran penting. Lima negara yang tercatat menjadi sumber investasi di Kota Tangerang antara lain Singapura, Tiongkok, Jepang, Hongkong, dan Belanda.
Salah satu sektor yang menunjukkan perkembangan menarik adalah pergudangan. Sugihharto menjelaskan, sejumlah pengembang pergudangan kini mulai memanfaatkan bangunan maupun lahan yang sebelumnya belum optimal melalui skema penyewaan kepada investor.
“Kalau sebelumnya mungkin bangunan atau kapling pergudangan itu diharapkan dibeli, sekarang ada investor yang memilih menyewa. Ada yang lima tahun, bahkan sepuluh tahun. Ini juga menjadi salah satu bentuk pengembangan aktivitas usaha di Kota Tangerang,” jelasnya.
Di sisi lain, perkembangan teknologi dan kebutuhan ekspansi industri turut mendorong peningkatan investasi. Sejumlah pelaku usaha melakukan pengembangan kapasitas produksi, mulai dari pembelian material, pembangunan fasilitas, hingga pembaruan mesin produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Meski demikian, ia mengakui kondisi ekonomi global masih menjadi tantangan bagi dunia usaha. Fluktuasi harga bahan bakar dan dinamika geopolitik internasional turut memengaruhi aktivitas sejumlah sektor, termasuk properti dan perdagangan. Namun, peluang investasi di Kota Tangerang dinilai tetap terbuka melalui pengembangan usaha dan pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia.
Untuk menjaga tren tersebut, DPMPTSP Kota Tangerang terus memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha, khususnya dalam memenuhi kewajiban pelaporan LKPM setiap triwulan. Pendampingan dilakukan agar laporan yang disampaikan sesuai dengan kondisi dan perkembangan kegiatan usaha masing-masing.
“Kami selalu melakukan pendampingan setiap triwulan. Kalau ada pelaku usaha yang kurang memahami atau kurang tepat dalam menyampaikan laporan, kami bantu agar pelaporannya dapat dilakukan dengan benar,” katanya.
Tidak hanya pendampingan pelaporan, kemudahan perizinan juga menjadi perhatian DPMPTSP. Sugihharto menegaskan, pelayanan perizinan di Kota Tangerang telah didukung sistem digital dan mekanisme pelayanan satu pintu sehingga masyarakat maupun investor dapat mengakses layanan secara lebih mudah dan efisien.
DPMPTSP juga menyediakan kanal informasi dan pengaduan melalui sistem SULT-ON (Konsultasi Online) yang disosialisasikan melalui WhatsApp Blast serta media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Layanan tersebut menjadi sarana bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menyampaikan pertanyaan, keluhan, maupun hambatan dalam proses perizinan.
Sugihharto menjelaskan, pengaduan yang masuk melalui sistem tersebut ditangani langsung oleh petugas atau sumber daya manusia (SDM), bukan menggunakan layanan otomatis berbasis kecerdasan buatan. Meski kanal pengaduan dapat diakses selama 24 jam, penanganan dan respons petugas menyesuaikan jam operasional serta kondisi pelayanan.
“Kalau ada kendala atau hambatan dalam proses perizinan, silakan sampaikan kepada kami. Ada layanan informasi, keluhan, dan pengaduan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Kami berupaya merespons dan memberikan solusi agar proses pelayanan bisa berjalan lebih cepat,” ungkapnya.
Dengan capaian investasi yang telah melampaui target, Sugihharto berharap ke depan semakin banyak pelaku usaha yang mengembangkan bisnis dan menanamkan modalnya di Kota Tangerang. Dukungan pelayanan perizinan yang mudah, transparan, serta responsif diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (adv)









