TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Inovasi kendaraan ramah lingkungan mengantarkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui mobil listrik hasil pengembangan Cisadane Benteng Team, mahasiswa UMT berhasil meraih Juara 2 Kategori Endurance dalam Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) XIV 2026.
Prestasi tersebut diraih setelah mereka bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam kompetisi yang diselenggarakan di Kampus Politeknik Negeri Bandung (Polban), belum lama ini.
Keberhasilan ini menjadi hasil kerja keras mahasiswa UMT dalam merancang, merakit, hingga menguji kendaraan listrik yang mengutamakan efisiensi penggunaan energi.
Dua mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UMT, Essa Riyanto dan Bintang Nur Alif, turut mendapatkan apresiasi khusus dari Pemerintah Kota Tangerang. Penghargaan tersebut diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).
Bagi anggota tim, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan atas hasil kompetisi. Prestasi itu menjadi buah dari proses panjang, mulai dari perancangan kendaraan hingga menghadapi berbagai tantangan teknis selama pengembangan mobil listrik.
Bintang Nur Alif mengaku bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraih bersama rekan-rekannya. Menurut dia, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri setelah tim melewati proses pengerjaan yang membutuhkan waktu dan upaya tidak sedikit.
“Tentu saja kami merasa senang atas pencapaian ini. Karya yang sudah kami rancang dengan susah payah akhirnya membuahkan hasil,” ujar Bintang dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Salah satu faktor yang mengantarkan Cisadane Benteng Team meraih posisi kedua adalah kemampuan kendaraan dalam mengoptimalkan penggunaan energi listrik.
Hal tersebut menjadi aspek penting dalam Kategori Endurance KMLI. Pada kategori ini, peserta tidak hanya dituntut menghadirkan kendaraan yang mampu beroperasi dengan baik, tetapi juga harus memperhitungkan konsumsi energi selama kompetisi berlangsung.
Efisiensi menjadi tantangan tersendiri bagi setiap tim. Kendaraan harus mampu memanfaatkan daya listrik secara optimal agar dapat menunjukkan performa yang baik dalam pengujian ketahanan.
Bintang menjelaskan, mobil listrik yang dikembangkan timnya memiliki keunggulan dalam penggunaan energi yang relatif hemat. Kemampuan tersebut menjadi salah satu modal penting ketika berhadapan dengan peserta dari perguruan tinggi lain.
“Keunggulan mobil listrik yang kami buat adalah kemampuannya menggunakan energi dengan cukup hemat. Kategori ini memang berfokus pada bagaimana kendaraan yang dibuat peserta dapat menggunakan energi sehemat mungkin,” jelasnya.
Fokus terhadap efisiensi tersebut menuntut ketelitian dalam proses perancangan sekaligus pengujian. Setiap komponen yang digunakan harus diperhatikan agar kendaraan mampu bekerja sesuai kebutuhan kompetisi.
Di balik pencapaian tingkat nasional tersebut, perjalanan Cisadane Benteng Team tidak berlangsung tanpa hambatan.
Bintang mengungkapkan, timnya menghadapi sejumlah tantangan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kompetisi. Persoalan anggaran menjadi salah satu kendala yang harus disiasati agar proses pengembangan kendaraan tetap berjalan.
Keterbatasan dana mengharuskan anggota tim mengatur kebutuhan pengeluaran secara cermat. Mereka perlu menentukan prioritas penggunaan anggaran, terutama untuk memenuhi kebutuhan komponen yang diperlukan dalam proses perakitan mobil listrik.
Selain persoalan anggaran, tantangan juga muncul dari sisi teknis. Salah satu pekerjaan penting yang harus diselesaikan adalah mengoptimalkan efisiensi baterai sebagai sumber tenaga utama kendaraan.
Tim juga harus memastikan keandalan setiap komponen atau reliability. Aspek ini diperlukan agar kendaraan dapat beroperasi sesuai kebutuhan dan mampu melewati tahapan pengujian.
Tantangan lainnya adalah menyelesaikan proses perakitan dan pengujian dalam tenggat waktu yang telah ditentukan.
Seluruh tahapan tersebut membutuhkan koordinasi antaranggota tim. Mulai dari menyiapkan komponen, melakukan perakitan, mengevaluasi hasil pekerjaan, hingga memastikan kendaraan siap mengikuti kompetisi.
Berbagai kendala itu menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa UMT. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman mengembangkan teknologi kendaraan listrik, tetapi juga belajar menyelesaikan persoalan teknis dan mengelola keterbatasan selama menjalankan proyek.
Prestasi mahasiswa UMT tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kota Tangerang. Apresiasi diberikan kepada Essa Riyanto dan Bintang Nur Alif dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Bagi Bintang, apresiasi dari pemerintah daerah memberikan dorongan tersendiri bagi tim untuk terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas kendaraan listrik yang telah dibuat.
“Kami bangga atas apresiasi yang telah diberikan Pemerintah Kota Tangerang. Semoga hal tersebut dapat menjadi semangat bagi Cisadane Benteng Team ke depannya,” kata Bintang.
Meski telah meraih prestasi nasional, Cisadane Benteng Team tidak ingin cepat berpuas diri. Mereka telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, terutama melakukan riset dan evaluasi secara lebih mendalam terhadap kendaraan yang digunakan dalam KMLI 2026.
Evaluasi tersebut akan diarahkan pada berbagai kekurangan yang ditemukan selama kompetisi. Aspek efisiensi energi, keandalan komponen, serta performa kendaraan menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan selanjutnya.
Riset yang lebih mendalam diharapkan dapat membantu tim menemukan solusi atas berbagai kendala yang sebelumnya dihadapi.
Bintang mengatakan, pengalaman mengikuti KMLI 2026 memberikan banyak pelajaran bagi timnya. Hasil yang diperoleh akan menjadi dasar untuk menyusun langkah perbaikan sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi mendatang.
“Tentunya kami akan melakukan riset yang lebih mendalam agar kekurangan mobil listrik Cisadane Benteng Team tahun ini bisa menjadi bahan evaluasi. Harapannya, ke depan kami bisa menjadi juara umum di semua kategori,” pungkasnya.
Target tersebut menjadi tantangan baru bagi Cisadane Benteng Team. Setelah berhasil menempati posisi kedua pada Kategori Endurance, mereka ingin meningkatkan kemampuan kendaraan agar dapat bersaing dalam berbagai kategori yang dipertandingkan.
Bagi mahasiswa yang terlibat, kompetisi nasional juga menjadi ruang untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Pengetahuan teknik mesin dapat diterapkan secara langsung melalui proses perancangan, perakitan, dan pengujian kendaraan.
Bintang berharap prestasi tersebut dapat mendorong mahasiswa UMT lainnya untuk berani mengembangkan gagasan dan menghasilkan inovasi di berbagai bidang.
Dengan bekal pengalaman, evaluasi, dan riset lanjutan, Cisadane Benteng Team kini menatap kompetisi berikutnya dengan target lebih tinggi, yakni meningkatkan performa mobil listrik sekaligus memperjuangkan gelar juara umum. (*)









