Asosiasi Pedagang Kaki Lima Alun-Alun Tegaskan Eksistensi, Audiensi dengan Wabup Tangerang

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Alun-alun (APKA) Kabupaten Tangerang foto bersama dengan Wabup Tangerang, Intan Nurul Hikmah, Rabu (23/9).

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Asosiasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun (APKA) Kabupaten Tangerang menegaskan eksistensinya sebagai wadah yang menaungi para pedagang sekaligus menjadi ruang komunikasi dalam menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut disampaikan Pendiri Asosiasi Pedagang Kaki Lima Alun-alun Acep Jayadiwira usai melakukan audiensi bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah di Kantor Bupati, Rabu 23 September 2026.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum bagi asosiasi untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat keberadaan organisasi dalam menjembatani kepentingan para pedagang kaki lima.

Menurut Acep, keberadaan asosiasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas berdagang, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara pedagang dan pemerintah daerah.

“Eksistensi asosiasi ini penting, karena kami menjadi wadah bagi para pedagang untuk menyampaikan aspirasi dan berdiskusi dengan pemerintah,” ujar Acep.

Ia mengatakan, para pedagang yang beraktivitas di kawasan alun-alun memiliki kebutuhan dan persoalan yang perlu dikomunikasikan secara bersama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan dapat membuat penyampaian aspirasi menjadi lebih terarah.

Audiensi dengan Wakil Bupati Tangerang juga dinilai menjadi langkah positif untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pemerintah dan para pedagang kaki lima.

“Intinya kami ingin terus berkomunikasi dan bersinergi dengan pemerintah. Kami juga ingin keberadaan pedagang tetap bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah,” katanya.

Menurutnya, pedagang kaki lima merupakan bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang.

“Dengan adanya wadah asosiasi, aspirasi dan kebutuhan pedagang dapat disampaikan secara kolektif melalui jalur komunikasi yang lebih terorganisir,” katanya. (*)

Pos terkait