Tiga Kecamatan di Tangerang Masuk Status Siaga Kekeringan

BPBD Kota Tangerang menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga RW 03, Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, kemarin.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan di sejumlah wilayah, seiring belum meratanya hujan dalam beberapa hari terakhir.

 

Bacaan Lainnya

Berdasarkan tabel status peringatan dini kekeringan meteorologis, tiga kecamatan yakni Batuceper, Cipondoh dan Karang Tengah berada pada status siaga. Sementara Kecamatan Benda dan Tangerang masuk kategori awas.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, wilayah yang dinilai cukup rawan terdampak kekeringan berada di sekitar Kecamatan Benda dan Karang Tengah. Namun, Kecamatan Pinang juga mulai mendapat perhatian setelah muncul laporan warga mengalami kesulitan air.

 

“Mungkin yang agak rawan itu di antara Benda sama, apa namanya, Karang Tengah. Cuma Pinang itu kan kondisional ya, karena memang itu menurut perkiraan BMKG. Tapi kemarin yang sudah mulai muncul itu dari Kecamatan Pinang di Kunciran Jaya,” kata Mahdiar, kepada bantenekspres.co.id, Senin (21/9).

 

BPBD bersama sejumlah pihak telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Distribusi dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat dan hasil pengecekan di lapangan.

 

Salah satu wilayah yang mendapat bantuan berada di RT 02/RW 02, Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang. Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kota Tangerang, kawasan tersebut belum terjangkau jaringan PDAM.

 

Warga di wilayah itu mengandalkan sumur pompa listrik. Namun, hampir satu bulan terakhir, air dari sumur hanya tersedia sekitar pukul 00.00 hingga 02.00 WIB dengan debit yang terbatas.

 

“Kalau hari pertama kita dropping 5.000 liter. Hari kedua itu sama, tiap hari itu kurang lebih 5.000 liter kita dropping kurang lebihnya,” ujar Mahdiar.

 

Berdasarkan rekap BPBD selama September 2026, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 17.000 liter. Distribusi terpusat di Kecamatan Pinang, khususnya Kelurahan Kunciran Jaya dan Cipete.

 

Distribusi dimulai pada 18 September 2026 di Kunciran Jaya sebanyak 5.000 liter. Kemudian pada 19 September kembali disalurkan 2.000 liter. Pada 20 September, bantuan diberikan dalam beberapa sesi dengan total 7.000 liter, serta 3.000 liter disalurkan ke Kelurahan Cipete.

 

Selain BPBD, penyaluran air bersih tersebut melibatkan PMI, Baznas, Tagana, FKDM, PSM, pihak kelurahan serta aparat setempat. Koordinasi dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan warga.

 

Mahdiar mengatakan, BPBD juga menerima permintaan distribusi air bersih dari RT 04/RW 03, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda. Di wilayah tersebut, kebutuhan air dipengaruhi gangguan jaringan PDAM dan berdampak terhadap sekitar 300 jiwa.

 

“Ada permintaan dari masyarakat. Kemarin tuh yang aduan pertama dari PMI Kecamatan ke PMI, tapi karena kita punya grup khusus, kita diskusi di sana dan kita sama-sama turun ke lapangan,” ungkapnya.

 

Menurut Mahdiar, pengecekan di lapangan juga dilakukan untuk memastikan kondisi sumber air warga. Di Kunciran Jaya, air tanah dinilai cukup sulit diperoleh pada kedalaman tertentu.

 

“Karena menurut mereka, dan kita lihat langsung di lapangan, memang untuk kondisi air yang masih bisa keluar itu kalau kita ngebor di atas 20 meter,” jelasnya.

 

BPBD terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengatur jadwal distribusi agar bantuan air bersih tidak menumpuk di satu lokasi. Penyaluran disesuaikan dengan laporan dan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.

 

“Kita juga mencoba mengatur supaya tidak ada penumpukan pada saat dropping. Kemarin seperti hari Jumat itu, tangki dari PMI, hari Sabtunya tangki dari kita. Intinya sih kita bisa support mereka,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: M. Dhuyuf

Pos terkait