Kemendagri Genjot Wawasan Kebangsaan untuk Pelajar SMP di Kota Tangerang

 

TANGERANG — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) menggencarkan program edukasi Penguatan Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan bagi pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan kali ini dilangsungkan di Aula Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Selasa, 15 September 2026, dengan melibatkan Kesbangpol Kota Tangerang, Dinas Pendidikan dan puluhan pelajar dari beberapa SMP di Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Ditjen Polpum Kemendagri, Ir. Edison Siagian mengatakan, pihaknya bersama pemerintah daerah melakukan kegiatan diskusi guna memasifkan edukasi penguatan ideologi, karakter dan wawasan kebangsaan terhadap para pelajar

Dikatakannya, tujuan dari kegiatan tersebut guna membekali pemahaman karakter dan kebangsaan yang sejalan dengan peraturan perundang-undangan.

“Tujuannya tentu untuk memberikan pemahaman yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang kita miliki dan jalani bersama,” kata Edison saat diwawancarai.

“Ada kekhawatiran dari banyak pihak terkait karakter dan wawasan kebangsaan anak-anak sekolah demi menyongsong Generasi Emas 2045. Memang, kita tidak perlu khawatir, yang terpenting adalah kita mempersiapkan mereka dengan baik,” sambungnya.

Ia menyampaikan, tantangan di era digital perkembangannya yang begitu masif, bagi kalangan pelajar perlu ditekankan pengawasannya khususnya bagi orang tua. Menurut dia, teknologi digital merupakan alat bantu yang harus disikapi secara bijak dan cerdas.

Ia mencontohkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara positif untuk mempercepat proses pencarian informasi dan pengetahuan, termasuk dalam menggali nilai-nilai karakter.

“Teknologi digital itu adalah alat bantu. Kita harus pintar, mengerti fungsinya untuk apa, dan memanfaatkannya agar benar-benar sangat membantu kita, terutama dalam hal kecepatan, nah itu penggunaan aplikasi juga perlu pengawasan dari orang tua, jangan sampai anak-anak kita salah menangkap informasi,” paparnya.

Edison menyebut,kegiatan ini dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan sumber daya yang ada.

Ia menegaskan, bahwa posisi Ditjen Polpum lebih fokus pada aspek pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan. Sementara itu, teknis kurikulum berada di bawah kewenangan kementerian teknis dan lembaga terkait seperti Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Ia mengingatkan, bahwa seluruh penguatan materi ini tetap berlandaskan pada Empat Konsensus Dasar bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

“BPIP sudah mengeluarkan buku teks utama Pendidikan Pancasila yang dipakai mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Intinya, kegiatan ini bertujuan memperkuat penghayatan nilai-nilai dasar dari sila pertama hingga sila kelima, serta meningkatkan daya saing dan kesadaran bela negara bagi generasi muda kita,” pungkasnya.

Ia berharap, sosialisasi ini mampu membentengi pelajar di Kota Tangerang dari pengaruh negatif perkembangan zaman sekaligus mencetak karakter generasi muda yang tangguh dan berwawasan kebangsaan yang kuat menyongsong tahun 2045.(*)

 

Pos terkait