Pembelajaran Daring Berpeluang Jadi Rutinitas, Dindikbud Kota Serang Siapkan Kajian

Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri saat diwawancarai wartawan. Foto: Aldi Alpian/Banten Ekspres

 

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pembelajaran daring berpeluang diterapkan secara rutin di Kota Serang meski tidak dalam kondisi bencana. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang masih menyiapkan kajian untuk mengukur efektivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) terhadap proses belajar siswa.

Bacaan Lainnya

Kepala Dindikbud Kota Serang Nuri mengatakan, penerapan PJJ secara berkala menjadi bagian dari upaya mengikuti transformasi digital di bidang pendidikan. Namun, kebijakan tersebut tidak dapat diterapkan tanpa kajian yang matang.

“Pasti akan tetap kita kaji. Kita akan mengkaji efektivitas pembelajaran KBM melalui daring. Ini merupakan transformasi digital,” kata Nuri, Rabu 9 September 2026.

Menurutnya, kajian akan dilakukan secara holistik dan komprehensif untuk melihat berbagai aspek pembelajaran daring, termasuk kemungkinan penerapannya secara berkala setiap bulan.

Nuri menegaskan, Dindikbud tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru hanya karena perkembangan teknologi. Kebijakan pendidikan, kata dia, harus didukung kajian akademik yang memadai.

“Kita tidak bisa mengambil keputusan hanya karena emosional, tiba-tiba kemudian semuanya dilakukan secara daring. Ini bicara pendidikan, sehingga perlu kajian yang komprehensif dan kajian akademik yang memadai,” ujarnya.

Jika hasil kajian menunjukkan PJJ layak diterapkan secara rutin, Dindikbud juga akan mempertimbangkan kerja sama dengan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi atau provider. Kerja sama tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan akses internet dalam proses pembelajaran.

“Nanti setelah hasil kajiannya secara komprehensif selesai, kita libatkan semua pihak. Kalau memang nantinya ada program digitalisasi secara rutin, kemungkinan hasil kajian itu menjadi bentuk adaptasi terhadap digitalisasi dan transformasi pendidikan,” katanya.

Nuri menyebut provider nantinya dapat dilibatkan untuk mempercepat pelaksanaan PJJ, termasuk membuka peluang penyediaan akses internet yang lebih mendukung kebutuhan pembelajaran daring.

“Maka kita akan menggandeng provider yang memungkinkan adanya akselerasi dalam proses PJJ. Saya kira itu penting juga,” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait