Sampah Jadi Berkah, Kecamatan Solear Dorong Warga Aktif Pilah dan Kelola Sampah

BANK SAMPAH : Kecamatan Solear memiliki tiga bank sampah yang bisa digunakan masyarakat dalam pemilahan sampah menjadi nilai ekonomis. Randy/Bantenekspres.co.id

SOLEAR,BANTENEKSPRES.CO.ID — Kecamatan Solear terus mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui program bank sampah. Saat ini, Kecamatan Solear telah memiliki tiga bank sampah yang menjadi tempat masyarakat memilah dan mengelola sampah rumah tangga agar dapat diolah kembali serta memiliki nilai ekonomis.

Tiga bank sampah tersebut yakni Bank Sampah Besti Cikuya 5 yang berlokasi di Desa Cikuya, Bank Sampah Batara Parkview di Desa Cikasungka, serta Bank Sampah Muslimat Solear yang berada di Gedung Serbaguna Kecamatan Solear.

Bacaan Lainnya

Keberadaan bank sampah tersebut menjadi salah satu upaya Kecamatan Solear dalam mengajak masyarakat mengubah pola pikir terhadap sampah. Sampah yang selama ini dianggap sebagai barang tidak berguna, apabila dipilah dan dikelola dengan baik, dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi sumber tambahan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Camat Solear Rizkia Nurul Fajar mengatakan, keberadaan bank sampah merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah.

“Pengelolaan sampah ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Kami membutuhkan peran serta masyarakat, terutama dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah masing-masing,” ujar Rizkia kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 8 September 2026.

Menurutnya, masyarakat dapat memulai dengan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Sampah yang masih dapat dimanfaatkan atau memiliki nilai jual kemudian dikumpulkan dan dibawa ke bank sampah yang telah tersedia.

“Jadi sampah jangan langsung dibuang. Kita pilah terlebih dahulu mana yang masih bisa dimanfaatkan, mana yang bisa didaur ulang, dan mana yang memang sudah tidak memiliki nilai guna,” katanya.

Rizkia menjelaskan, program bank sampah bukan hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan lingkungan. Lebih dari itu, program tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa sampah bukan hanya persoalan yang harus dibuang. Ada sampah tertentu yang kalau dikelola dengan baik bisa memiliki nilai ekonomis,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang secara rutin melakukan pemilahan sampah dapat membawa hasil pemilahannya ke bank sampah yang berada di wilayah Kecamatan Solear.

“Bank sampah yang sudah tersedia ini harus kita manfaatkan bersama. Masyarakat bisa membawa sampah yang sudah dipilah dari rumah ke bank sampah, sehingga sampah tersebut tidak berakhir begitu saja di tempat pembuangan,” ungkap Rizkia.

Rizkia juga mengapresiasi masyarakat dan pengelola bank sampah yang telah ikut berperan dalam menjalankan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan konsistensi dan kesadaran bersama.

“Yang paling penting adalah membangun kebiasaan. Kalau memilah sampah sudah menjadi kebiasaan dari rumah, tentunya akan memberikan dampak yang besar terhadap kebersihan lingkungan,” tuturnya.

BANK SAMPAH : Kecamatan Solear memiliki tiga bank sampah yang bisa digunakan masyarakat dalam pemilahan sampah menjadi nilai ekonomis. Randy/Bantenekspres.co.id

Ia berharap, keberadaan tiga bank sampah tersebut dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat menampung sampah yang memiliki nilai jual, tetapi juga menjadi pusat edukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

“Kami berharap bank sampah ini bisa terus berkembang, baik dari sisi pengelolaan maupun jumlah masyarakat yang berpartisipasi. Semakin banyak warga yang terlibat, semakin banyak pula sampah yang bisa kita kelola,” ucapnya.

Rizkia menegaskan, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pemerintah kecamatan akan terus mendorong keterlibatan masyarakat, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan dan berbagai unsur lainnya dalam menjaga lingkungan.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan atau pemerintah. Ini menjadi tanggung jawab kita semua. Dimulai dari hal sederhana, yaitu memilah sampah dari rumah,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Solear untuk tidak memandang sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat dikurangi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mari kita ubah cara pandang kita terhadap sampah. Sampah yang dikelola dengan baik bisa mengurangi beban lingkungan dan pada saat yang sama memberikan nilai ekonomi. Jadi manfaatnya bisa dirasakan untuk lingkungan maupun masyarakat,” pungkasnya. (*)

Pos terkait