Program Bedah Rumah di Balaraja Terus Berjalan, Untuk Kenyamanan Warga

Camat Balaraja Willy Patria pastikan program RTLH terus berjalan demi kenyamanan warga. Randy/Bantenekspres.co.id

BALARAA,BANTENEKSPRES.CO.ID– Program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, terus berjalan. Tahun ini, sekitar lima rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi sasaran program perbaikan rumah agar masyarakat dapat tinggal di tempat yang lebih aman, sehat dan nyaman.

Penanganan RTLH di Kecamatan Balaraja dilakukan melalui kuota tahunan program pemerintah daerah, salah satunya Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh, dan Miskin). Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang membutuhkan.

Bacaan Lainnya

Camat Balaraja Willy Patria mengatakan, program bedah rumah merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang masih memiliki kondisi rumah kurang layak untuk ditempati.

“Program bedah rumah ini terus berjalan di wilayah Kecamatan Balaraja. Untuk tahun ini ada sekitar lima rumah yang mendapatkan penanganan melalui program tersebut,” ujar Willy kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 8 September 2026.

Menurutnya, keberadaan rumah yang layak huni menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah terus berupaya agar warga yang memiliki rumah dengan kondisi kurang layak dapat memperoleh bantuan sesuai dengan ketentuan dan kuota program yang tersedia.

“Kita ingin masyarakat yang kurang mampu juga bisa memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman. Rumah bukan hanya tempat untuk berteduh, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga,” katanya.

Willy menjelaskan, penentuan rumah yang mendapatkan program bedah rumah dilakukan berdasarkan kondisi rumah dan data masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa maupun kelurahan melakukan koordinasi dalam proses pendataan dan pengusulan calon penerima.

“Kami dari kecamatan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan. Data masyarakat yang membutuhkan harus benar-benar diperhatikan sehingga program ini dapat diberikan kepada warga yang memang membutuhkan,” jelasnya.

Ia berharap, program tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga jumlah rumah tidak layak huni di Kecamatan Balaraja dapat berkurang dari tahun ke tahun.

“Memang jumlahnya disesuaikan dengan kuota yang ada setiap tahun. Namun, kami berharap ke depan semakin banyak rumah warga yang bisa mendapatkan penanganan,” ungkapnya.

Willy juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan setelah rumah selesai diperbaiki. Menurutnya, bantuan pemerintah akan lebih bermanfaat apabila masyarakat ikut menjaga kebersihan, keamanan dan kondisi rumah.

“Setelah rumah diperbaiki, tentu kami berharap masyarakat dapat merawatnya dengan baik. Kebersihan lingkungan juga harus dijaga agar rumah yang sudah dibangun atau diperbaiki benar-benar memberikan kenyamanan bagi keluarga,” tuturnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, desa atau kelurahan serta masyarakat sangat diperlukan dalam menangani persoalan RTLH.

“Penanganan rumah tidak layak huni tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak. Dibutuhkan kerja sama semua unsur, termasuk masyarakat. Dengan kebersamaan, kita bisa membantu warga yang membutuhkan agar memiliki hunian yang lebih layak,” pungkas Willy. (*)

Pos terkait