SMK Kesehatan Asy-Syifa Buka Warung Minuman Herbal, Dorong Siswa Berwirausaha

Pembina Yayasan Wahidin Halim Foundation, Wahidin Halim, saat meninjau warung minuman herbal SMK Asy-Syifa yang merupakan Teaching Factory, belum lama ini.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — SMK Kesehatan Asy-Syifa membuat terobosan inovatif. SMK Kesehatan yang berlokasi di Jalan KH Hasyim Asyari, Kecamatan Pinang tersebut mendirikan warung minuman herbal.

Kepala SMK Kesehatan Asy-Syifa, Ike Oktavia Berliany mengatakan, pihaknya sengaja menggagas inovasi ini guna melatih jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) siswa sekaligus memanfaatkan keahlian mereka di bidang farmasi dan keperawatan.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, program ini difungsikan sebagai wadah Teaching Factory (TEFA) yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi. “Melalui warung ini, para siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan ilmu kewirausahaan dan keahlian kesehatan secara nyata,” ungkap Ike saat dihubungi, Rabu, 2 September 2026.

Ia memaparkan, warung minuman herbal milik SMK Kesehatan Asy-Syifa mengusung konsep unik yang memadukan khasiat medis tradisional dengan selera modern agar diminati oleh generasi muda.
Beragam menu minuman herbal racikan para peserta didiknya menggunakan bahan tradisional berkhasiat tinggi, seperti beras kencur, kunyit asam, jahe merah instan, dan temulawak dan bahan baku herbal lainnya yang dikemas ala kekinian seperti es teh bunga telang lemon, susu jahe merah, matcha kombinasi daun kelor, serta berbagai varian kopi kekinian untuk melengkapi pilihan konsumen.

” Seluruh produk diolah secara alami tanpa bahan pengawet. Bahan-bahan basah dikeringkan menggunakan alat khusus dengan sistem stok terbatas untuk menjaga kesegarannya,” ujar Ike.

“Jadi minuman herbal ini juga dikemas dalam bentuk cup atau pouch siap minum untuk konsumsi langsung,” sambungnya.

Ia menuturkan, sebagai institusi pendidikan kesehatan, standar sanitasi dan higienitas menjadi prioritas utama di warung ini. Siswa dari jurusan keperawatan dan farmasi dilibatkan secara langsung untuk menimbang, memastikan dosis, serta menjaga kombinasi herbal agar aman dikonsumsi.

Selain itu, seluruh proses pengelolaan, mulai dari pengolahan bahan baku hingga manajemen keuangan dipantau secara ketat oleh guru produktif yang membidangi mata pelajaran kewirausahaan dan manajemen.

Ia menambahkan, warung minuman herbal ini dibuka setiap hari seusai jam sekolah, yakni pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Khusus akhir pekan pada Jumat dan Sabtu jam operasional diperpanjang hingga pukul 23.00 atau 12.00 malam.

Menurut Ike, pembukaan warung hingga larut malam pada akhir pekan merupakan bagian dari strategi peningkatan (improvement) agar siswa benar-benar merasakan realitas dunia usaha.

“Alhamdulillah inovasi ini mendapat dukungan dari para orang tua murid untuk membiasakan bahwa cari duit itu capek lho, nungguin customer dan lain-lain. Jadi memang tujuan TEFA yang dibuka ini untuk memfasilitasi anak-anak ke dunia kerja dan berwirausaha,” tandasnya.

Dengan adanya program Teaching Factory ini, Ia berharap, para lulusannya tidak hanya siap terserap di dunia industri kesehatan, tetapi juga memiliki kemandirian finansial dan keterampilan bisnis yang matang untuk membuka usaha sendiri di masa depan.(*)

 

Pos terkait