PAMULANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Keterbatasan jumlah personel kepolisian membuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Pamulang membutuhkan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Selain menjaga keamanan di wilayah masing-masing, sejumlah elemen masyarakat seperti Pokdar Kamtibmas dan Mitra Ojek Online (Ojol) turut membantu kepolisian dalam upaya preemtif dan preventif.
Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra mengatakan, kolaborasi tersebut diperlukan karena jumlah personel kepolisian yang terbatas tidak memungkinkan seluruh wilayah dapat diawasi secara maksimal hanya oleh polisi.
“Kalau ngomong jumlah polisi kan masih terbatas. Polisi kan memang terbatas. Akhirnya bekerja sama dengan pihak kepolisian, masyarakat, stakeholder, elemen untuk menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di Pamulang,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Rabu, 2 September 2026.
Galuh menambahkan, keberadaan elemen masyarakat di lingkungan masing-masing dapat membantu mendeteksi sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
Namun, peran masyarakat yang membantu menjaga kamtibmas tetap memiliki batasan.
Mereka tidak diperbolehkan mengambil tindakan layaknya aparat penegak hukum apabila menemukan dugaan tindak pidana. “Peran Pokdar Kamtibmas, Mitra Ojol itu sangat membantu sekali peran-peran kepolisian, khususnya upaya preemtif dan preventif,” tambahnya.
Menurutnya, apabila menemukan adanya dugaan tindak pidana, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar dapat ditangani sesuai prosedur hukum.
“Kalau misalkan mereka menemukan suatu tindak pidana, koordinasi ke pihak kepolisian, cara penanganannya seperti apa,” jelasnya.
Sementara itu, terkait keberadaan petugas keamanan atau securiti di lingkungan masyarakat, menurutnya fungsi tersebut berbeda dengan Linmas maupun kelompok masyarakat yang membantu kepolisian.
Petugas security pada umumnya bertugas mengamankan objek tertentu, seperti kawasan perusahaan, perkantoran maupun fasilitas lainnya. Sedangkan keamanan lingkungan juga melibatkan unsur masyarakat dan pemerintah setempat.
Karena itu, pengamanan wilayah tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat sekaligus membantu kepolisian mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas sebelum berkembang menjadi tindak pidana,” tuturnya.
Galuh mengaku, belum lama ini pihaknya juga memberikan penghargaan kepadan dua anggota keamanan (securiti) RS Buah Hati Pamulang. Penghargaan ini diberikan atas peran serta dan kontribusinya dalam membantu kepolisian menangkap pelaku pencurian.
Pemberian penghargaan merupakan bentuk apresiasi Polri kepada mitra keamanan yang telah berperan aktif membantu tugas kepolisian, khususnya dalam mendukung upaya penangkapan pelaku pencurian sebagaimana tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/145/VIII/2026/SPKT/SEK. PAM/POLRES TANGSEL/PMJ.
Apresiasi atas kepedulian dan keberanian anggota securiti dalam membantu kepolisian. Menurutnya, sinergi antara Polri dengan berbagai unsur keamanan dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada mitra kamtibmas yang telah membantu tugas kepolisian. Sinergi dan kepedulian seperti ini sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan lingkungan,” ungkapnya.
Polisi berharap pemberian penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat dan mitra kamtibmas untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. (*)











