TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tangerang menyoroti krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang.
Ketua Cabang GMNI Kabupaten Tangerang, Saeful Bahri, mendesak Pemkab Tangerang tidak hanya mengandalkan distribusi air melalui mobil tangki, tetapi mencari akar persoalan krisis air yang terjadi di tengah masyarakat.
Saeful menilai salah satu hal yang perlu ditelusuri adalah tingginya penggunaan air tanah oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, perlu ada pendataan yang jelas mengenai jumlah perusahaan yang masih menggunakan air tanah, termasuk seberapa besar pemanfaatannya dan dampaknya terhadap ketersediaan air bagi masyarakat.
“Kami juga ingin tahu ada berapa perusahaan yang masih memakai air tanah,” ujar Saeful, Senin 31 Agustus 2026.
Ia mengatakan persoalan tersebut penting dikaji secara ilmiah untuk mengetahui apakah penggunaan air tanah oleh industri memiliki keterkaitan dengan kondisi krisis air bersih yang dialami masyarakat.
Saeful juga menyoroti persoalan kewenangan dan penerimaan pajak air tanah. Penerimaan pajak air tanah masuk ke tingkat provinsi, sementara dampak dari pemanfaatan air tanah justru dirasakan masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Air tanah itu pajaknya bukan pajak kabupaten, tapi provinsi. Giliran masyarakat, dampaknya ke masyarakat kabupaten,” katanya.
Ia mengatakan, Pemkab Tangerang harus segera mengambil langkah konkret dengan mendata dan memanggil para direktur atau manajer perusahaan yang menggunakan air tanah.
“Bukan dikasih air pakai mobil tangki. Perlu ada langkah konkret yang memang menyentuh akarnya,” ujarnya. (*)










