Miss Elite Global 2026 Jadi Etalase Budaya Tangerang ke Dunia Internasional

Miss Elite Global 2026 Jadi Etalase Budaya Tangerang ke Dunia Internasional
Para Miss Elite Global 2026 dan Miss Intercelestial 2026 foto bersama di Victoria Square, Rabu (26/8). Foto Dhuyuf/Bantenekspres.co.id

KARAWACI, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kota Tangerang kembali mendapat kesempatan memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata ke dunia internasional. Sebanyak 25 peserta Miss Elite Global 2026 dan Miss Intercelestial 2026 dari berbagai negara mengunjungi Victoria Square, Jalan Gatot Subroto, Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten. Rabu 26 Agustus 2026.

Kedatangan para peserta ajang kecantikan internasional itu tidak sekadar kunjungan. Mereka diajak mengenal langsung kekayaan budaya lokal melalui rangkaian kegiatan, mulai penyambutan Tari Cisadane, belajar memainkan angklung, bernyanyi bersama hingga mengikuti fashion show.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran delegasi dari berbagai negara menjadi peluang strategis untuk mengenalkan wajah Kota Tangerang di mata dunia.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada manajemen Victoria Square,” ujar Boyke saat ditemui di lokasi, Rabu (26/8)

Boyke menyebut para peserta datang dari sejumlah negara dan kawasan, di antaranya Eropa, Amerika, Jepang, India serta Sri Lanka. Menurut dia, interaksi langsung dengan kesenian tradisional dapat menjadi pengalaman yang menarik bagi para peserta sekaligus sarana promosi budaya Tangerang.

“Ini bisa menjadi daya tarik wisata untuk Kota Tangerang dan mempromosikan kebudayaan,” katanya.

Dia menambahkan, Pemkot Tangerang terus mendorong promosi budaya dan pariwisata melalui berbagai event. Salah satunya Festival Cisadane yang telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Tak hanya itu, berbagai festival budaya juga rutin digelar dengan melibatkan masyarakat serta wisatawan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka akses promosi Kota Tangerang hingga ke mancanegara.

“Bukan hanya wisatawan dari Nusantara, tapi wisatawan mancanegara bisa kita undang dan ikut serta aktif dalam kegiatan yang ada di Pemerintah Kota Tangerang,” jelasnya.

Boyke berharap kolaborasi dengan pihak swasta, termasuk Victoria Square, terus diperluas. Ajang pageant internasional dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mempromosikan budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Tangerang.

“Harapannya ke depan bisa lebih banyak lagi kita kolaborasi dengan pihak-pihak swasta, terutama di Victoria Square,” pungkasnya.

Sementara itu, Manajemen Victoria Square, Heru Herman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas negara melalui kebudayaan dan kesenian.

“Tujuannya adalah bagaimana memadukan kolaborasi, baik kebudayaan kemudian juga kesenian,” ujar Heru.

Dia mengatakan para peserta terlihat antusias saat diperkenalkan dengan angklung. Mereka bahkan ikut memainkan alat musik tradisional tersebut secara bersama-sama.

Bagi Heru, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk menunjukkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara. Momen tersebut juga banyak diabadikan peserta melalui video dan siaran langsung di media sosial.

“Dan kita bisa menampilkan sisi budaya Indonesia,” katanya.

Heru berharap Victoria Square dapat berkembang menjadi ruang kreatif bagi generasi muda. Tidak hanya bagi mereka yang terjun di dunia pageant, tetapi juga masyarakat umum untuk belajar, mengembangkan bakat dan membangun jejaring internasional.

“Anak-anak muda menuju generasi emas pasti butuh dibekali skill, knowledge, dan terutama network,” tuturnya.

Menurut Heru, kehadiran peserta dari sekitar 25 negara juga berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi. Sebagian peserta bahkan datang bersama keluarga maupun rekan.

Kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi turut membuka peluang semakin dikenalnya budaya Tangerang di berbagai negara. Dengan begitu, Kota Tangerang tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga ikut tampil sebagai bagian dari destinasi wisata dan budaya yang diperkenalkan ke dunia internasional. (*)

Pos terkait