SMP Muhammadiyah 4 Cipondoh Berikan Ruang Tanpa Batas untuk Siswa Berprestasi

Kepala SMP Muhammadiyah 4 Cipondoh. Rahmat.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebuah pendekatan yang berbeda terhadap peserta didik diterapkan di SMP Muhammadiyah 4 Cipondoh. Sekolah ini memilih membentangkan “karpet merah” bagi para siswanya yang ingin mengejar prestasinya, tidak hanya di atas kertas ujian, tetapi juga di arena perlombaan, baik pada bidang seni, budaya, fesyen, maupun pada cabang olahraga.

Kepala Sekolah SMPN Muhammadiyah 4 Cipondoh, Rahmat paham betul, bahwa kecerdasan anak tidak bisa diseragamkan. Keyakinan inilah yang menjadi fondasi utama dalam mengelola sekolah.

Bacaan Lainnya

“Kami yakin betul manusia itu punya rezeki yang berbeda-beda. Ada yang mungkin rezekinya pada konteks akademik, kita dukung juga. Yang non-akademik, kita dukung di non-akademik,” ujar Rahmat saat ditemui, belum lama ini.

Bagi siswa SMP Muhammadiyah 4 Cipondoh, minat dan bakat bukanlah sekadar kegiatan ekstrakulikuler pengisi waktu luang. Sekolah sangat memberikan kebebasan dan fleksibilitas waktu yang luar biasa bagi siswa termasuk yang memiliki passion di luar kebiasaan umum. Mulai dari olahraga dayung, climbing (panjat tebing), hingga panahan. Sekolah tidak kaku dengan aturan jam belajar formal. Jika jam kepulangan normal pukul 15.30 WIB, namun seorang siswa harus berlatih untuk persiapan kejuaraan pada pukul 14.00 WIB, pihak sekolah dengan senang hati memberikan izin. Ruang gerak ini diberikan seluas-luasnya agar potensi anak-anak dapat tergali secara maksimal tanpa harus terbentur dinding kelas.

Rahmat mengimbau kepada pada guru untuk selalu memberikan ruang dispensasi kepada siswa yang tengah mengejar prestasinya pada jalur non-akademik. Komitmen sekolah terhadap prestasi siswa tidak berhenti pada pemberian izin waktu semata. Aspek finansial yang kerap menjadi batu sandungan bagi atlet muda daerah, coba dijembatani oleh pihak sekolah.

Rahmat menegaskan, sekolah berupaya semaksimal mungkin untuk membiayai penuh siswa-siswanya yang berjuang di berbagai tingkatan kompetisi, baik tingkat kota, provinsi, hingga level nasional. Tentu saja, pihak sekolah juga menggandeng orang tua melalui komunikasi dan diskusi yang hangat untuk bergotong royong mendukung langkah sang buah hati.

“Jadi memang semua talent mereka di sini kita penuhi, kita berikan waktu seluas-luasnya dan kita dukung sekuat-kuatnya sesuai dengan kemampuan dan apa yang kita miliki oleh sekolah itu sendiri,” tegasnya.

Meski memberikan kebebasan luas dalam pengembangan bakat, SMP Muhammadiyah 4 Cipondoh tidak melupakan jati diri asalnya sebagai lembaga pendidikan berbasis agama. Karakter siswa dibentuk secara beriringan melalui pembiasaan religius sehari-hari.
Program pembiasaan karakter seperti shalat berjamaah (Dhuha, Dzuhur, dan Ashar) menjadi rutinitas wajib yang bukan sekadar sarana peningkatan spiritual. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kedisiplinan, rasa kebersamaan, tanggung jawab, serta kemampuan berkomunikasi yang baik antarsiswa. Dari shalat berjamaah inilah, karakter Islami yang kuat tumbuh secara organik, menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, produktif, dan siap melahirkan generasi berprestasi yang berakhlak mulia.(*)

Reporter : Abdul Aziz

Pos terkait