LEGOK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Puskesmas Legok terus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat dengan membuka kegiatan Posyandu Remaja. Program tersebut ditujukan bagi remaja usia 10 hingga 18 atau 19 tahun sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Posyandu Remaja menjadi wadah pelayanan kesehatan yang melibatkan peran aktif para remaja. Melalui kegiatan ini, remaja tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga edukasi mengenai berbagai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan masa pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Kepala Puskesmas Legok, dr. Riesda Nandini Yanumasari, mengatakan Posyandu Remaja merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada kelompok usia remaja.
“Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun mental. Karena itu, kesehatan mereka perlu dipantau dan diperhatikan sejak dini,” ujar Riesda kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 23 Agustus 2026.
Menurutnya, melalui Posyandu Remaja, petugas kesehatan dapat membantu memantau tumbuh kembang sekaligus status gizi para remaja. Pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak awal sehingga apabila ditemukan masalah dapat segera diberikan edukasi maupun penanganan.
“Kami ingin para remaja memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kondisi tubuhnya. Dengan begitu, mereka bisa lebih peduli terhadap kesehatan dan mampu mengambil keputusan yang baik untuk dirinya,” katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan Posyandu Remaja juga memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan masa pubertas. Materi tersebut diberikan agar remaja memahami perubahan yang terjadi pada dirinya serta dapat menjaga kesehatan dengan baik.
“Edukasi kesehatan reproduksi dan pubertas juga penting. Kami memberikan informasi yang benar dan sesuai dengan usia mereka sehingga tidak mudah mendapatkan informasi yang keliru dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Riesda menambahkan, Posyandu Remaja juga menjadi salah satu langkah pencegahan terhadap berbagai persoalan kesehatan, seperti masalah gizi dan anemia. Remaja juga diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA agar dapat menghindari perilaku yang berisiko bagi kesehatan dan masa depan.
“Kami juga memberikan perhatian terhadap masalah anemia dan gizi. Remaja membutuhkan asupan yang baik karena sedang berada dalam masa pertumbuhan. Pencegahan tentu lebih baik dilakukan sejak awal,” ungkapnya.
Tidak hanya kesehatan fisik, Puskesmas Legok turut memperhatikan kesehatan mental remaja. Posyandu Remaja diharapkan dapat menjadi ruang yang nyaman bagi remaja untuk berdiskusi, mendapatkan konseling sebaya, serta memperoleh dukungan ketika menghadapi persoalan.
“Kesehatan mental tidak kalah penting. Kami ingin Posyandu Remaja menjadi tempat yang aman bagi mereka untuk bertanya dan menyampaikan keluhan. Kalau ada hal yang ingin dikonsultasikan terkait kesehatan maupun gizi, kami sangat terbuka,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, para remaja yang hadir mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Selain itu, mereka juga memperoleh susu, roti, dan vitamin sebagai bagian dari dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan kesehatan tubuh.
Puskesmas Legok berharap keberadaan Posyandu Remaja dapat dimanfaatkan secara rutin oleh para remaja di wilayah Kecamatan Legok. Mereka diimbau untuk tidak hanya datang ketika mengalami keluhan kesehatan, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan yang digelar sebagai bentuk pencegahan dan pemantauan kesehatan.
“Kami mengajak seluruh remaja di Kecamatan Legok untuk aktif mengikuti Posyandu Remaja. Jangan ragu untuk datang, bertanya, ataupun berkonsultasi mengenai kesehatan dan gizi,” kata Riesda.
Ia menegaskan, Puskesmas Legok akan terus membuka ruang pelayanan dan edukasi bagi remaja. Dengan keterlibatan aktif generasi muda, diharapkan berbagai masalah kesehatan dapat dicegah lebih awal dan tercipta remaja yang sehat, aktif, serta memiliki pengetahuan yang baik mengenai kesehatan.
“Harapan kami, Posyandu Remaja ini bisa berjalan secara berkelanjutan dan semakin banyak remaja yang ikut. Kesehatan mereka adalah investasi untuk masa depan, sehingga harus dijaga bersama sejak sekarang,” pungkasnya.(*)








