BALARAJA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, mengimbau seluruh masyarakat untuk menjauhi praktik judi online (judol) yang dinilai dapat memberikan dampak serius terhadap kehidupan pribadi maupun keluarga.
Kepala Desa Cangkudu, Abdullah, mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan kesenangan sesaat dari judi online. Menurutnya, aktivitas tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian secara ekonomi, tetapi juga dapat mengganggu keharmonisan dan masa depan keluarga.
Abdullah mengatakan, masyarakat perlu memahami bahwa aktivitas judi online saat ini semakin mudah terdeteksi melalui data kependudukan dan transaksi keuangan.
“Jangan sampai warga kita terjerumus judi online. Mungkin awalnya hanya coba-coba, tetapi kalau sudah menjadi kebiasaan dampaknya bisa sangat besar terhadap kehidupan keluarga,” ujar Abdullah kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 23 Agustus 2026.
Ia juga mengingatkan, masyarakat mengenai kebijakan pemerintah terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) yang menggunakan berbagai data untuk melakukan verifikasi dan penyaluran kepada penerima manfaat.
“Karena itu, jangan berpikir bahwa bermain judi online hanya berdampak kepada diri sendiri. Kalau sudah berkaitan dengan data keluarga dan ketentuan penerima bantuan, dampaknya bisa merembet kepada anggota keluarga lainnya,” katanya.
Abdullah menegaskan, masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menggunakan identitas pribadi, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta tidak menggunakannya untuk aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga.
“Jaga NIK, jaga rekening, dan yang paling penting jaga keluarga. Jangan sampai karena ingin mendapatkan keuntungan cepat, justru kehidupan keluarga yang menjadi korban,” tegasnya.
Menurut Abdullah, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah anggota keluarga terlibat judi online. Orang tua maupun pasangan diharapkan saling mengingatkan dan membangun komunikasi agar tidak ada anggota keluarga yang terjerumus dalam aktivitas tersebut.
“Suami dan istri harus saling mengingatkan. Anak-anak juga harus diberikan pemahaman bahwa judi online bukan jalan untuk mendapatkan penghasilan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, masyarakat jangan mudah percaya terhadap berbagai tawaran atau promosi judi online yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
“Jangan tergoda dengan janji keuntungan. Tidak ada keuntungan instan yang sebanding dengan risiko yang harus ditanggung. Sekali terjebak, bisa merusak kondisi ekonomi dan hubungan dalam keluarga,” jelas Abdullah.
Pemdes Cangkudu, terus mengajak masyarakat untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif serta meningkatkan perekonomian keluarga melalui pekerjaan dan usaha yang halal dan produktif.
“Kami ingin warga Cangkudu hidup aman, nyaman dan keluarganya sejahtera. Karena itu, mari sama-sama kita jauhi judi online dan kegiatan apa pun yang bisa merusak masa depan,” katanya.
Abdullah kembali mengingatkan, agar masyarakat tidak membiarkan kesenangan sesaat mengorbankan kebutuhan keluarga.
“Sayangi istri, sayangi anak, dan lindungi keluarga. Jangan biarkan judi online menghancurkan masa depan dan sumber penghidupan keluarga yang selama ini kita perjuangkan,” pungkasnya. (*)








