TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang angkat suara terkait konflik yang terjadi di Kampung Galeong, Kecamatan Karawaci. Ansor memastikan persoalan tersebut bakal dikawal hingga tuntas.
Tak hanya soal mushola, pengawalan juga mencakup dugaan pencemaran nama baik serta pertikaian yang berkembang di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Karang Taruna Galeong bersama Karang Taruna Kota Tangerang melaporkan sejumlah pihak ke Polres Metro Tangerang Kota, Senin (10/8).
Laporan itu berkaitan dengan dugaan penghasutan, penyebaran kebencian, penghinaan, serta perusakan tempat ibadah berupa mushola di RT 02/RW 07, Kampung Galeong, Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci.
Ketua Ansor Kota Tangerang, Midyani, menegaskan pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut.
“Ansor akan kawal khususnya mushola yang ada di Kampung Galeong Kecamatan Karawaci, sampai tuntas,” ujar Midyani usai menghadiri Festival Maulid Nusantara, Minggu 23 Agustus 2026.
Selain mengawal proses hukum, Ansor juga membuka peluang menjadi mediator bagi pihak-pihak yang berseteru. Langkah tersebut dinilai penting untuk meredam konflik dan mencari solusi terbaik di tengah masyarakat.
“Bahkan kalau bisa Ansor akan memediasi dari pertikaian tersebut,” katanya.
Midyani menambahkan, dugaan pencemaran nama baik juga menjadi perhatian Ansor. Pihaknya memastikan kasus tersebut akan terus dikawal hingga proses hukum selesai.
“Ya, Ansor pun akan kawal kasus ini khususnya pencemaran nama baik sampai dengan selesai, sampai pelakunya dihukum,” tegasnya.
Menurutnya, pengawalan tersebut merupakan bentuk komitmen Ansor dalam menjaga kondusivitas masyarakat. Upaya mediasi tetap terbuka, namun proses hukum terhadap pihak yang telah dilaporkan tetap berjalan sesuai ketentuan.
Ansor berharap persoalan di Kampung Galeong dapat segera menemukan titik terang sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas di tengah masyarakat.








