Kisah Inspiratif Nayra, Siswi SMP Muhammadiyah 4, Mahir Menari hingga Bahasa Inggris

Nayra Azkadina Putri, siswi kelas 9 SMP Muhammadiyah 4 Cipondoh.
Nayra Azkadina Putri, siswi kelas 9 SMP Muhammadiyah 4 Cipondoh. Foto (Ist)

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dunia tanpa seni ibarat bumi tanpa makna. Filosofi mendalam inilah yang dipegang teguh oleh Nayra Azkadina Putri, siswi kelas 9 SMP Muhammadiyah 4 Cipondoh.

Selain mahir menari, Nayra juga mahir berbahasa Inggris. Uniknya, dari kemampuan linguistik Nayra, meski duduk di bangku sekolah tanpa pernah sekalipun mengikuti les bahasa Inggris di luar, ia mampu berbahasa Inggris dengan sangat fasih. Kuncinya ternyata ada pada stimulasi masa kecil dan lingkungan keluarganya.

Bacaan Lainnya

“Sejak kecil tontonan saya sudah dimulai dalam bahasa Inggris, mulai dari kartun hingga acara TV. Bapak saya juga ahli dalam bahasa Inggris, dan di rumah kami terkadang berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” ungkap Nayra saat ditemui di sekolahnya, pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Dasar kuat ini semakin terasah ketika ia bersekolah di SD Muhammadiyah 3 Poris Jaya, di mana bahasa Inggris menjadi pengantar sehari-hari, ditambah ke aktifannya mengikuti English Club di sekolah.

Nayra yang baru saja menorehkan prestasi membanggakan, remaja berusia 14 tahun ini sukses dinobatkan sebagai Terbaik Ketiga dalam ajang Duta Baca tingkat Kota Tangerang yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang, belum lama ini. Kesuksesannya Nayra mewakili SMP se-Kota Tangerang.

Di balik suaranya yang renyah dan pembawaannya yang percaya diri, Nayra menyimpan sejuta kisah inspiratif. Lahir sebagai anak tunggal dari pasangan Hernanda Aditya dan Kholis Nur, warga Klaster Cipondoh, Perumahan Banjar ini membuktikan bahwa prestasi lahir dari kebiasaan sederhana yang dipupuk sejak dini.

Kecintaan Nayra pada dunia literasi berjalan lurus dengan kecintaannya pada seni. Menariknya, tidak ada satupun anggota keluarga Nayra yang berlatar belakang seniman. Namun, bagi Nayra, seni adalah cara menyampaikan pesan melampaui batas kata-kata.

Dalam ajang Duta Baca, Nayra tidak hanya diuji kemampuan wawasannya dalam mempromosikan buku dan mengajak masyarakat gemar membaca, tetapi juga unjuk bakat menari. Sejak kelas 1 SD, ia telah menekuni dunia tari, bergabung dengan sanggar.

Hingga kini di tingkat SMP, Nayra yang menakhodai Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di SMP Muhammadiyah 4 Cipondoh ini juga mulai memperluas kemampuan diri melalui public speaking.

Menanggapi tantangan literasi di era digital yang penuh distraksi, Nayra punya pandangan bijak. Menurut dia, gawai justru mempermudah akses membaca melalui e-book. Kuncinya adalah menemukan zona nyaman bacaan terlebih dahulu seperti komik atau novel ringan sebelum beralih ke materi yang lebih berat.

Di balik sosoknya yang ceria, Nayra memiliki visi masa depan yang luas. “Cita-cita saya banyak,” ungkap Nayra sambil tertawa renyah.

“Pengen jadi seorang desainer, arsitek, dokter, bahkan saya sempat terlintas enak kali ya jadi astronot. Tapi saya ingin menjadi seorang diplomat agar dapat mewakili Indonesia di kancah internasional,” kata Nayra.

Namun demikian, Nayra juga tak ingin meninggalkan kecintaannya di dunia seni, ia juga bercita-cita berkarier di industri perfilman sebagai sutradara, penulis naskah, atau aktor. Ia bahkan punya rencana besar untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia, seperti tarian daerah dan batik, ke panggung dunia.

Setelah menuntaskan pendidikan di SMP Muhammadiyah 4 Cipondoh, gadis berprestasi ini berencana melanjutkan langkahnya ke SMAN 2 Kota Tangerang atau SMAN 7 Kota Tangerang.

Naira terus bermimpi, dengan rasa ingin tahu yang tinggi, kecintaan pada seni, dan kegemaran membaca, batas apa pun bisa ditembus untuk meraih mimpi.(*)

Pos terkait