Warga Rajeg Protes, Jalan Umum Dibangun TNI Ditutup Beton

DITUTUP: Nampak ditutup oleh barrier beton, akses jalan warga kawasan simpang empat Rajawali, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Kamis (20/8).

RAJEG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebuah jalan yang selama puluhan tahun menjadi akses warga di Kampung Rajeg Kulon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, kini justru tertutup barrier dan pagar beton. Penutupan jalan sepanjang sekitar 130 meter di kawasan Simpang Empat Rajawali itu membuat warga bertanya-tanya. Akses yang selama ini digunakan untuk lalu lalang masyarakat tersebut mendadak tak bisa lagi dilewati dengan bebas.

 

Bacaan Lainnya

Bagi warga, jalan itu bukan sekadar sebidang tanah. Jalan tersebut menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari, menghubungkan aktivitas warga dan menjadi akses yang telah digunakan sejak lama. Ironisnya, jalan tersebut diketahui memiliki sejarah panjang. Berdasarkan dokumen yang diterima, tanah itu merupakan milik sebagian warga yang telah dihibahkan untuk kepentingan jalan umum.

 

Pada 1987, akses tersebut kemudian dibangun oleh TNI melalui program Abri Masuk Desa (AMD). Sejak saat itu, jalan tersebut digunakan masyarakat dan tercatat dalam peta rincik desa. Keberadaan jalan sebagai akses umum juga diperkuat dengan surat pernyataan yang ditandatangani mantan Kepala Desa Rajeg, Apung.

 

Tak hanya itu. Pemerintah Desa Rajeg juga pernah mengeluarkan surat keterangan yang menerangkan bahwa jalan tersebut merupakan jalan umum dan tidak terputus sebagai milik seseorang atau pribadi. Surat yang ditandatangani Kepala Desa Rajeg Yanto Firmanto pada 10 Agustus 2020 itu menjadi salah satu dokumen yang kini kembali dipertanyakan warga di tengah penutupan akses tersebut. Namun, hingga kini belum diketahui siapa pihak yang memasang barrier dan pagar beton di jalan tersebut. Penutupan bahkan disebut telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

 

Salah seorang warga sekaligus pengguna jalan, Adam (40), mengatakan penutupan akses tersebut banyak dikeluhkan masyarakat. “Banyak warga yang mengeluhkan karena jalan ini biasa digunakan sebagai akses warga,” ujar Adam, Kamis (20/8/2026).

 

Warga berharap pemerintah desa dan pihak terkait tidak tinggal diam. Mereka meminta status dan fungsi jalan tersebut segera dipastikan agar akses yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dapat kembali dibuka. Bagi warga Rajeg Kulon, persoalan ini bukan hanya tentang jalan yang tertutup beton. Ada sejarah, perjuangan dan kepentingan masyarakat yang melekat pada akses tersebut. Jalan yang dahulu dibangun untuk kepentingan masyarakat melalui program TNI itu kini justru membuat warga kehilangan akses. Mereka hanya berharap jalan tersebut kembali menjadi milik kepentingan bersama, sebagaimana tujuan awal keberadaannya. (*)

Pos terkait