SERPONG UTARA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Toko yang dijadikan tempat usaha distributor sembako di RT 001, RW 01, Kelurahan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel terbakar pada Kamis, 20 Agustus 2026 dini hari.
Kebakaran diduga terjadi akibat hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Imam mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 04.13 WIB.
“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 04.42 WIB dan proses pemadaman selesai pukul 05.35 WIB,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Kamis, 20 Agustus 2026.
Imam menambahkan, objek yang terbakar merupakan toko yang digunakan sebagai tempat usaha distributor sembako milik Syahrul. Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 100 meter persegi.
“Penyebab sementara diduga karena korsleting listrik. Korban jiwa nihil,” tambahnya.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran dengan 25 personel.
Imam menambahkan, proses pemadaman berjalan relatif lancar dan tidak terdapat kendala berarti di lokasi kejadian.
“Situasi saat ini sudah kondusif dan tidak ada hambatan yang berarti selama proses pemadaman,” jelasnya.
Sementara itu, akibat kebakaran tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 miliar.
Imam mengaku, faktor penyebab kebakaran cukup beragam. Namun, penyebab yang paling dominan masih berasal dari kelalaian manusia atau human error. Selain itu, kondisi cuaca panas pada musim kemarau juga turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
“Yang paling banyak tetap karena kelalaian manusia. Cuaca panas memang berpengaruh, tetapi faktor dominannya masih human error,” ungkapnya.
Dari hasil investigasi, sekitar 80 persen kasus kebakaran dipicu oleh masalah instalasi listrik. Banyak masyarakat masih menggunakan kabel dan peralatan listrik yang sudah usang atau tidak lagi layak pakai. (*)










