TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Konsistensi, kerja keras, dan doa sejak di bangku sekolah dasar akhirnya berbuah manis. Nala Ayu Nuruzzuma Zakaria, siswi kelas 11 SMA Negeri 2 Kota Tangerang, sukses mencatatkan prestasi gemilang dengan meriah juara pertama cabang olahraga pencak silat pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Banten, yang digelar belum lama ini.
Di partai final tingkat provinsi lalu, Nala berhasil menaklukkan pesilat tangguh asal Kabupaten Pandeglang pada kategori seni tunggal. Kemenangan ini sekaligus menjadi titik balik yang membanggakan, mengingat perjuangannya ditekuni secara konsisten sejak ia duduk di bangku SD.
“Waktu SD saya belum pernah tembus tingkat kota. Baru di SMA ini, untuk pertama kalinya langsung dikasih juara satu, alhamdulillah,” ungkap Nala saat ditemui, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kecintaan Nala terhadap dunia pencak silat bermula saat ia SD berkat ajakan seorang sahabat dekat rumahnya, ditambah dorongan sang ayah yang juga merupakan seorang praktisi silat.
Uniknya, meski sang teman yang mengajak batal mendaftar, Nala justru meneruskan langkahnya hingga kini konsisten menekuni seni bela diri tradisional tersebut tanpa terikat perguruan khusus demi fokus penuh pada jalur prestasi.
Nala terus latihan secara intensif dijalaninya setiap hari di Gedung Seni Budaya Modernland, Tangerang, mengikuti seluruh instruksi dari pelatih guna mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar.
Ia menatap ajang O2SN tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang, Nala tidak hanya turun di kategori seni tunggal, tetapi juga bersiap menghadapi kategori tanding. Persiapan fisik dan mental terus digembleng, terlebih ia menyadari bahwa ujian terberat seringkali datang dari diri sendiri dan sesama atlet.
“Yang penting latihan setiap hari aja ngikutin materi yang dikasih pelatih sama kuat-kuat mental aja sih kan udah mau nasional ya pasti ada aja ujiannya,” ujarnya.
Di balik jadwal latihan yang padat setiap hari, Nala tetap memprioritaskan kewajibannya sebagai pelajar. Ia harus pintar-pintar membagi waktu antara sekolah dan latihan, termasuk menyempatkan diri menyelesaikan tugas sekolah di sela-sela istirahat atau pagi hari sebelum guru masuk kelas.
Tidak hanya ingin berpuas diri di tingkat nasional, siswi yang juga hobi berjoging untuk menjaga kebugaran tubuh ini memiliki mimpi besar untuk berkarier sebagai atlet profesional hingga jenjang Pekan Olahraga Nasional (PON) bahkan kejuaraan internasional.
“Semoga bisa lolos PON gitu, terus keluar negeri. Meskipun pasti harus latihannya lebih kencang lagi dari ini, mentalnya juga harus kuat. Tapi ada juga saya pengen jadi psikolog, katanya.
Selain berkarier di dunia olahraga, Nala juga menyimpan cita-cita mulia di bidang akademik. Ia bercita-cita melanjutkan studi ke perguruan tinggi sekaligus untuk memperdalam jalur keolahragaannya. Ia juga memiliki ketertarikan untuk mendalami bidang psikologi guna membantu sesama teman.
“Apapun yang terbaik buat saya, jalani saja sambil terus belajar dan latihan,” pungkasnya.(*)










