SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ulama kharismatik asal Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, K.H Junaidi tutup usia pada Minggu 16 Agustus 2026.
Mendengar kabar tersebut Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, beserta Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, turut melayat hingga menghantarkan ulama kharismatik tersebut sampai ke pemakamannya.
Asda II Pemkab Serang Febrianto yang turut serta mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Serang menyampaikan, ulama kharismatik Kecamatan Binuang, tutup usia dan prosesi pemakamannya dihadiri langsung Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas.
Kedatangan kedua pemimpin Kabupaten Serang ini sekadar mengantar jasad menuju liang lahat, namun sebuah ziarah sejarah yang hidup karena dua sosok pemimpin daerah memilih untuk meninggalkan sejenak atribut kekuasaan, demi memeluk warisan spiritual seorang ulama karismatik K.H Junaidi.
“Kehadiran ibu Bupati dan pak Wakil Bupati di tengah barisan pelayat, bukanlah kunjungan protokoler biasa, melainkan bentuk ketundukan pejabat terhadap ulama. Keduanya meninggalkan sejenak atribut kekuasaan, demi memeluk warisan spiritual seorang ulama karismatik K.H Junaidi,” katanya melalui keterangan tertulis, Senin 17 Agustus 2026.
Febrianto mengatakan, langkah kaki mereka yang menyusuri tanah pekuburan, bersanding dengan ribuan ulama, santri dan warga yang matanya basah oleh air mata mengiringi pemakamannya.
Hal ini menjadi simbol nyata, bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kerendahan hati di hadapan para pewaris Nabi.
“Di makam beliau, kami tidak menemukan tahta, yang ada hanyalah keteladanan yang mengajarkan bahwa jabatan hanyalah titipan. Sedangkan adab kepada guru atau ulama, adalah abadi, dan ini ungkapan isi hati yang tersirat dari kehadiran pimpinan daerah,” ujarnya.
Dalam kesunyian di pemakaman yang hanya diisi lantunan Al-Quran, dzikir dan sholawat, kata Febrianto, terdengar isak tangis dari ibu Bupati dan pak Wakil Bupati Serang, tampak larut dalam suasana tawadhu.
Mereka tidak berdiri di podium, melainkan duduk membersamai warga di antara rakyat biasa, merasakan getaran duka yang sama, dan menyerap aura keberkahan dari karomah sang mursyid.
“Kehadiran ini adalah pesan bisik bagi seluruh aparatur pemerintahan, bahwa sebelum menjadi pejabat, kita adalah murid dan sebelum memimpin umat, kita harus belajar mencintai para pengasuh jiwa umat,” ucapnya.
Dikatakan Febrianto, K.H Junaidi mungkin telah tiada secara fisik, namun kharismanya hari ini terbukti masih mampu menyatukan hati pemimpin dan rakyat, dalam satu tarikan napas kesedihan yang suci.
Pemakaman ini bukan akhir dari perjuangan beliau, melainkan awal dari sebuah janji kepemimpinan baru yang berakar pada kesalehan.
“Sebagaimana warisan Nabi dan para pendahulu yang selalu mengingatkan, ilmu tanpa amal bagai pohon tanpa buah, dan kekuasaan tanpa berkah guru bagai perahu tanpa nahkoda. Semoga kehadiran ibu Bupati dan pak Wakil Bupati Serang, menjadi nazar politik petang yang diterjemahkan menjadi kebijakan pagi yang penuh rahmat,” tuturnya.
Turun mendampingi ketika melayat, Asda II Pemkab Serang Febrianto, Kepala Bagian Kesra, Kabag Adpem, Katib PCNU Kabupaten Serang, Ustad Anam Kesbangpol dan Camat Beserta Forkopimcam Binuang. (*)
Reporter : Agung Gumelar










