Kabupaten Tangerang Gaet APBPEDNAS dan Linmas Perkuat Ketahanan Pangan Ketuk Program Makan Bergizi Gratis

Kabupaten Tangerang Gaet APBPEDNAS dan Linmas Perkuat Ketahanan Pangan Ketuk Program Makan Bergizi Gratis
Pemkab Tangerang menggandeng ABPEDNAS dan Linmas perkuat ketahanan pangan dukung program Makan Bergizi Gratis lewat ternak ayam petelur dan ikan bioflok. Foto: Zakky Adnan/Bantenekspres.co.id

SEPATAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggandeng Pengurus Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto.

Inisiatif ini ditandai dengan pembangunan fasilitas peternakan ayam petelur dan budidaya ikan sistem bioflok yang dikelola langsung oleh kelembagaan desa setempat.

Bacaan Lainnya

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengungkapkan, ABPEDNAS Pusat mengawali program ini dengan membangun kandang ayam petelur berkapasitas 1.000 ekor.

Pengelolaannya diserahkan penuh kepada ABPEDNAS Kabupaten Tangerang di bawah pimpinan H. Yani.

Selain itu, dibangun pula kolam-kolam ikan bioflok yang dipercayakan pengelolaannya kepada anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas).

“Hasil telur dan panen ikan ini nantinya dijual dan disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah sekitar untuk menyokong kebutuhan program MBG,” ujar Maesyal Rasyid saat ditemui usai menerima kunjungan Pengurus Pusat ABPEDNAS yang dihadiri Ketua Umum Indra, Sekjen Aditya, serta pembina Prof. Dr. Reda Manthovani, Sabtu siang, 15 Agustus 2026.

Maesyal mengapresiasi langkah konkret ABPEDNAS Pusat yang tidak hanya menggerakkan ekonomi warga, tetapi juga memberikan peran aktif bagi Linmas dan pengurus RT/RW/desa dalam menyukseskan program strategis Nasional.

Melihat potensi positifnya, Pemkab Tangerang berencana merealisasikan program peternakan ini secara meluas di seluruh desa.

Pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan alokasi anggaran bantuan modal untuk kelompok tani ternak pada 2027.

“Kami ingin masyarakat memiliki aktivitas usaha yang produktif sekaligus mendapatkan kepastian pendapatan ekonomi. Program ketahanan pangan ini jadi solusi ganda untuk gizi anak sekolah dan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (*)

Pos terkait