SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang berharap, pemerintah desa dapat mengalokasikan dana desa, untuk pembangunan dan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalan poros desa dan lingkungan.
Langkah ini dinilai penting guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang masih minim penerangan jalan.
Hal itu disampaikan Kepala Dishub Kabupaten Serang Benny Yuarsa, saat diwawancarai wartawan di Pendopo Bupati Serang, kemarin, Kamis 13 Agustus 2026.
Menurut Benny, dana desa boleh saja digunakan untuk pembangunan maupun pemeliharaan PJU, hanya saja tergantung dari juklak juknis penggunaan dana desa.
Apabila pemerintah desa mau mencantumkan anggaran PJU, tentunya akan sangat membantu Dishub dalam penyelesaian masalah PJU di jalan desa.
“Dana desa boleh saja digunakan, namun itu tergantung nanti dari juknis penggunaan dana desanya, kalau memang dicantumkan mungkin itu boleh. Tapi saya kurang tau ya, apakah ada atau tidak pemerintah desa mencantumkan anggaran PJU,” katanya.
Benny mengatakan, pihaknya menganjurkan agar pemerintah desa mengalokasikan anggaran dana desa untuk PJU, bahkan Dishub sudah melakukan sosialisasi ke pemerintah desa.
“Kita sarankan memang kalau jalan poros desa dan jalan-jalan lingkungan, kalau desa ada untuk anggarannya bisa dialokasikan pemasangan PJU, tapi perkara bisa atau tidaknya tentunya yang tahu itu DPMD ya,” ujarnya.
Dikatakan Benny, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala dalam pemerataan pembangunan PJU, di seluruh wilayah jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten Serang.
Oleh karena itu kolaborasi dengan pemerintah desa melalui pemanfaatan dana desa, dinilai sebagai solusi strategis untuk mempercepat penyediaan penerangan jalan.
“Untuk tahun ini saja sepertinya kecil, target satu tahun itu 450 titik di tahun ini cuma sekitar 230 an titik pemasangan PJU. Ini efek efisiensi, sangat berpengaruh terhadap operasional kita, terhadap target-target pencapaian pembangunan maupun pencapaian IKU dari OPD,” ucapnya.
Kata Benny, tahun ini pihaknya hanya membangun sekitar 230 titik PJU, diprioritaskan pada lokasi yang strategis salah satunya di akses jalan menuju Puskesmas Kibin, jalan menuju Perpusda Kabupaten Serang, jalan yang mendekati perlintasan kereta api dan lainnya.
“Arah Puskesmas Kibin masih gelap, belum ada sama sekali PJU nya, kita pasang disana, lalu kaya di jalan ke perpustakaan, di jalan-jalan memang yang berbahaya mendekati pintu rel kereta itu kita pasang juga,” tuturnya.
Sedangkan untuk pemeliharaan PJU yang rusak, kata Benny, masih terus dilakukan tergantung dari jenis kerusakannya, kalau lampu yang rusak akan diganti lampunya.
Perbaikan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada, serta dari laporan masyarakat yang mengadukan adanya PJU mati di wilayahnya untuk segera diperbaiki.
“Pemeliharaan setiap hari kita lakukan, kita ganti lampu-lampu yang rusak, jadi kita terus-menerus memenuhi perbaikan dari laporan-laporan yang masuk. Cuma memang karena kerusakannya itu bergerak, dinamis, jadi kadang begitu kita perbaiki berkurang jumlah yang rusak, tapi nanti ada lagi tambahan-tambahan yang rusak,” ujarnya. (*)
Reporter : Agung Gumelar










