4 Bulan Air PDAM Mati di Kosambi Barat, pihak Kecamatan Buka Suara dan Tuntut Langkah Nyata Perumdam TKR

Pasokan air bersih PDAM di Kebon Besar Kosambi Barat mati selama 4 bulan. Plt Camat Kosambi Kurnia minta Perumdam TKR transparan dan siapkan air darurat. Foto: Zakky Adnan/bantenekspres.co.id

KOSAMBI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Menanggapi keluhan warga Kampung Kebon Besar RW 03, Kelurahan Kosambi Barat, terkait terhentinya aliran air bersih Perumdam TKR (PDAM) selama kurun waktu hampir empat bulan, Pemerintah Kecamatan Kosambi buka suara.

 

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kosambi Kurnia, S.STP., M.Si., menegaskan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dipenuhi dan ditangani secara serius.

 

Pihaknya mengaku telah turun tangan melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak guna mencari solusi atas permasalahan krusial ini.

 

Sejak menerima laporan dari masyarakat, pihak Kecamatan Kosambi bersama Pemerintah Kelurahan Kosambi Barat langsung mengambil langkah persuasif.

 

“Kami telah meminta pihak kelurahan untuk melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak, sekaligus memastikan jumlah dan kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih,” ujar Kurnia dalam keterangan resminya, Rabu malam, 12 Agustus 2026.

 

Ia menambahkan, Kecamatan Kosambi terus mendesak Perumdam TKR agar segera menyelesaikan kendala teknis yang menjadi penyebab utama matinya pasokan air di wilayah tersebut.

 

Tak hanya mendorong percepatan perbaikan, Kurnia juga meminta manajemen Perumdam TKR untuk bersikap transparan kepada publik mengenai penyebab gangguan, upaya penanganan hingga target waktu normalisasi aliran air.

 

Sembari menunggu proses perbaikan jaringan selesai, Pemerintah Kecamatan Kosambi menyiapkan langkah penanganan darurat.

 

Diantaranya, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menyalurkan pasokan air bersih sementara bagi warga terparah.

 

Lalu, memastikan penyelesaian tidak berhenti pada tataran koordinasi belaka, melainkan eksekusi nyata di lapangan.

 

Juga, mengimbau warga untuk terus melaporkan perkembangan atau kebutuhan mendesak melalui pengurus RT/RW, kelurahan, maupun kecamatan.

 

Kurnia menegaskan komitmennya untuk mengawal persoalan ini hingga aliran air PDAM kembali normal sepenuhnya di rumah-rumah warga.

 

“Prinsip kami, masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi persoalan kebutuhan dasar ini sendirian. Pemerintah hadir untuk menjembatani, mengkoordinasikan dan mengawal agar hak masyarakat atas pelayanan dasar dapat terpenuhi,” tegas Kurnia.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesabaran serta kerja sama warga Kebon Besar selama menghadapi kendala air bersih ini. (*)

 

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait