Pemkot Tangsel Dan BSI Perkuat Ekonomi Syariah, Masjid Didorong Jadi Penggerak UMK

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan (kiri) dan Regional CEO Regional IV Jakarta 1 PT Bank Syariah Indonesia, Fiti Syam (kanan) menunjukan dokumen MoU seusai penandatanganan kerjasama di Aula Blandongam Balai Kota. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

 

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel memperkuat sinergi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mendorong literasi keuangan syariah sekaligus mengembangkan ekonomi umat melalui masjid.

Bacaan Lainnya

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Tangsel dan BSI terkait pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis Manajemen Masjid yang diikuti sekitar 300 masjid se-Kota Tangsel di Aula Blandongan Balai Kota Tangsel, Rabu, 12 Agustus 2026.

Penandatanganan dilakukan Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan bersama Regional CEO Regional IV Jakarta 1 PT Bank Syariah Indonesia, Fiti Syam.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan MoU secara seremonial. Kesepakatan itu harus ditindaklanjuti melalui program konkret yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Kesepakatan bersama ini merupakan bentuk sinergi antara Pemkot Tangsel dengan dunia perbankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu, 12 Agustus 2026.

Pilar menambahkan, kerja sama tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari literasi keuangan syariah, pengembangan koperasi dan UMKM, tabungan haji, tabungan emas hingga program prapensiun.

Ia menilai kehadiran BSI memiliki potensi besar dikembangkan di Tangsel. Selain mayoritas penduduknya beragama Islam, Tangsel juga memiliki lebih dari 100 ribu UMKM serta banyak masjid yang selama ini telah menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“BSI sangat jeli melihat peluang. Dengan masyarakat Muslim di Tangerang Selatan lebih dari 80 persen, ditambah banyaknya UMKM dan masjid yang menggerakkan program ekonomi syariah, saya rasa program BSI ini tepat sasaran,” tambahnya.

Pilar juga mendorong agar masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah dan pendidikan keagamaan, tetapi turut berperan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Menurutnya, banyak masjid di Tangsel memiliki fasilitas yang memadai sehingga dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan ekonomi umat, sepanjang tetap memperhatikan aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Masjid sebagai penggerak ekonomi masyarakat yang ada di sekitarnya. Bangunannya sudah megah, tempatnya rapi dan bersih. Sayang kalau hanya digunakan untuk kegiatan ibadah saja,” jelasnya.

Menurut Pilar, engembangan ekonomi berbasis masjid juga dapat menjadi salah satu upaya mencegah masyarakat terjerat pinjaman online (pinjol) maupun judi online (judol). Karena itu, ia berharap BSI dapat memberikan edukasi dan pendampingan kepada para pengurus masjid mengenai pengelolaan keuangan serta pengembangan usaha berbasis syariah.

“Kalau pengurus masjid belum mengerti bagaimana menggerakkan bisnis syariah, harus diberikan pendidikan oleh BSI dan didampingi dengan pola-pola ekonomi syariah,” tuturnya.

Ia mencontohkan Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) yang dinilai telah mengembangkan konsep masjid sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi syariah. Pola tersebut diharapkan dapat diterapkan di masjid-masjid lainnya di Kota Tangsel.

Bapak satu anak ini menuturkan, MoU dengan BSI merupakan payung besar yang nantinya akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama (PKS) dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Baznas Kota Tangsel.

“MoU ini menjadi landasan antara BSI dengan Pemkot Tangsel. Rumah besarnya dulu, nanti baru diisi programnya seperti apa,” jelasnya.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pemberdayaan UMKM dan generasi muda. Pemkot Tangsel ingin mendorong lulusan perguruan tinggi tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan usaha.

“Prioritas saat ini saya rasa ekonomi, karena masyarakat sangat membutuhkan. Terutama generasi Z, banyak lulusan S1 yang mencari kerja. Kita kasih ruang supaya mereka juga bisa berdaya di kotanya sendiri,” tuturnya.

Selain akses permodalan, pendampingan dan edukasi bisnis akan diberikan agar masyarakat dapat mengembangkan usaha mulai dari skala ultra mikro, mikro, menengah hingga lebih besar.
“Jangan takut untuk menjadi pengusaha. Kita juga akan mengembangkan UMKM-UMKM yang sudah ada,” tutupnya.

Sementara itu, Regional CEO Regional IV Jakarta 1 PT Bank Syariah Indonesia, Fiti Syam mengatakan, BSI siap mendukung pengembangan ekonomi masyarakat Tangsel melalui berbagai program pembiayaan syariah.

Menurutnya, sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BSI juga menjalankan sejumlah program pemerintah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM.

“Alhamdulillah BSI sudah resmi menjadi bank Himbara. Artinya program-program pemerintah pusat juga menjadi program kami, salah satunya KUR untuk UMKM,” ujarnya.

Selain KUR, BSI juga memiliki pembiayaan modal kerja serta berbagai program sosial yang dapat mendukung pemberdayaan masyarakat.
BSI juga menyebut telah menyalurkan zakat perusahaan sekitar Rp1 triliun selama lima tahun berdiri. Penyaluran zakat dilakukan melalui Baznas untuk kemudian diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Zakat perusahaan yang kami salurkan kepada Baznas bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya mustahik yang memang berhak menerimanya,” tambahnya.

BSI juga memiliki program pembiayaan sosial seperti qardhul hasan yang ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu agar dapat meningkatkan taraf ekonominya.
Fiti menegaskan, pihaknya siap memperluas kolaborasi dengan Pemkot Tangsel, Baznas, masjid, serta berbagai lembaga lainnya.

“Insya Allah kami siap mendukung dan membantu masyarakat Kota Tangerang Selatan melalui program-program yang sesuai,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait