Pemdes Ciakar Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

PMI Kabupaten Tangerang, memberikan bantuan air bersih di Kampung Cipari, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan yang terdampak krisis air bersih. Randy/Bantenekspres.co.id

 

PANONGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Desa (Pemdes) Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, menerima bantuan air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.

Bacaan Lainnya

Bantuan air bersih tersebut disalurkan ke dua wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air, yakni Kampung Cipari RT 003/RW 002 serta Kampung Tarisi RT 001 dan RT 002/RW 001.

Kepala Desa Ciakar Muhamad Nur Jayludin mengatakan, bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai kondisi sumur warga yang mulai mengering akibat musim kemarau.

“Kekeringan ini sudah hampir satu pekan dirasakan oleh masyarakat. Air sumur warga banyak yang sudah tidak keluar, sehingga kebutuhan air bersih menjadi persoalan bagi warga,” ujar Jayludin kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 12 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, Pemdes Ciakar langsung berkoordinasi dengan PMI Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan bantuan suplai air bersih.

“Kami dari Pemerintah Desa Ciakar langsung berkoordinasi dengan PMI Kabupaten Tangerang untuk meminta bantuan air bersih. Alhamdulillah, bantuan bisa direalisasikan dan disalurkan kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” katanya.

Ia menjelaskan, proses penyaluran air bersih berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Hal tersebut dilakukan karena hampir seluruh warga di dua wilayah terdampak membutuhkan pasokan air.

“Penyalurannya berlangsung dari pagi sampai malam. Memang warga yang membutuhkan cukup banyak, sehingga proses distribusinya harus dilakukan secara bertahap agar seluruh masyarakat bisa mendapatkan air,” jelasnya.

Jayludin menjelaskan, bantuan air bersih tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci pakaian dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Air yang disalurkan tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai bahan pengolahan makanan maupun minuman.

“Air bantuan ini bisa digunakan untuk mandi, mencuci pakaian dan kebutuhan lainnya. Tetapi kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan air ini untuk mengolah makanan dan minuman,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemdes Ciakar terus memantau kondisi wilayah yang terdampak kekeringan. Apabila masih ada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, pemerintah desa siap melakukan pendataan untuk kemudian mengupayakan bantuan suplai air.

“Kami meminta warga yang masih terdampak kekeringan untuk segera berkoordinasi dengan ketua RT, ketua RW maupun jaro. Nanti akan kami data dan segera kami tindak lanjuti untuk mendapatkan bantuan air bersih,” ungkapnya.

Jayludin berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat selama musim kemarau. Ia juga mengajak seluruh perangkat wilayah untuk aktif menyampaikan kondisi masyarakat agar penanganan kekeringan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.

“Harapan kami tentu kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuhi. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama apabila kondisi kekeringan masih berlanjut dan masyarakat kembali membutuhkan suplai air,” pungkasnya.

Sementara itu, Nur Muhamad salah satu warga kampung Cipari menuturkan, bahwa dirinya terdampak krisis air sejak 4 hari lalu. Yang mana, air di sumur miliknya sudah tidak keluar air dan membutuhkan bantuan air bersih.

“Kalau saya sejak 4 hari lalu, sempat beli air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari. Tetapi, kalau terus beli sangat berat karena harus beli minimal 5 galon dan itu masih kurang. Dengan adanya bantuan air bersih, alhmdulillah bisa mengurangi beban di masa krisis air bersih,” tutupnya.(*)

 

Pos terkait