CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Kota Tangsel pada Jumat, 7 Agustus 2026 didominasi kondisi berawan sejak pagi hingga malam hari. Meski demikian, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Kecamatan Setu dan Serpong pada malam hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, kondisi cuaca pada pagi hari diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Memasuki siang, cuaca masih didominasi awan, sedangkan pada malam hari hujan ringan diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Setu dan Serpong. Sementara pada dini hari cuaca kembali berawan.
BMKG mencatat suhu udara di Kota Tangsel berkisar antara 24 hingga 34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara mencapai 55 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 5 hingga 35 kilometer per jam.
Hingga saat ini, BMKG belum mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kota Tangsel. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memantau perkembangan informasi cuaca, terutama bagi yang memiliki aktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, secara umum cuaca di wilayah Provinsi Banten pada pagi hari diprakirakan berawan. Memasuki siang hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Cipanas, Muncang, Leuwidamar, Sajira, Sobang, dan Lebakgedong.
Pada malam hari, potensi hujan ringan meluas ke sejumlah wilayah, di antaranya Kaduhejo, Pandeglang, Cadasari, Karang Tanjung, Koroncong, Majasari, Cipanas, Muncang, Leuwidamar, Sajira, Warunggunung, Cibadak, Sobang, Lebakgedong, Petir, Tunjung Teja, Baros, Cikeusal, Ciomas, Pabuaran, Walantaka, Jambe, Pagedangan, Legok, Cisauk, Benda, Setu, dan Serpong.
Sementara pada dini hari cuaca diprakirakan kembali berawan. Untuk wilayah Banten secara keseluruhan, suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 95 persen.
Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 5 hingga 35 kilometer per jam.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan agar mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di Perairan Selatan Pandeglang, Selat Sunda Barat Pandeglang, dan Perairan Selatan Lebak. (*)





