Kemarau Mulai Terasa, Pemkot Tangerang Perkuat Mitigasi dan Pastikan Air Bersih Aman

Kemarau Mulai Terasa, Pemkot Tangerang Perkuat Mitigasi dan Pastikan Air Bersih Aman
Kondisi Bendungan Pasar Baru, Pintu Air 10 sungai Cisadane saat musim kemarau, meski debit air menurun pasokan air bersih di musim kemarau tetap cukup. Dhuyuf/Bantenekspres.co.id

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat masih dalam kondisi aman meski musim kemarau mulai berlangsung. Di sisi lain, berbagai langkah mitigasi terus diperkuat untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau.

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, setelah Wali Kota Tangerang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau kondisi Bendungan Pasar Baru, Pintu Air 10 Cisadane beberapa waktu lalu, sebagai sumber air baku utama Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan debit air Sungai Cisadane memang mengalami penurunan. Namun, kondisi tersebut belum mengganggu ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

“Antisipasi kemarau, alhamdulillah Pak Wali Kota beserta jajaran Forkopimda kemarin hadir di Pintu Air 10 Cisadane. Melihat kondisi debit air yang memang menurun, dalam waktu sebulan ke depan untuk Kota Tangerang masih dianggap cukup untuk pemenuhan air bersih,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Minggu (2/8).

Menurutnya, pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipatif agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Dikatakan Maryono, selain memastikan kesiapan pasokan air, Pemkot Tangerang juga meningkatkan upaya mitigasi bencana hidrometeorologi. Ia menjelaskan melalui BPBD, masyarakat diimbau untuk tidak membakar sampah, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi potensi terjadinya kebakaran maupun dampak kekeringan.

“Untuk mitigasi bencana di musim kemarau, kami mengimbau melalui BPBD tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakar sampah, dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dengan kerja bakti agar pada saat kemarau panjang tidak terjadi bencana hidrometeorologi secara masif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan maupun permintaan bantuan distribusi air bersih dari masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan dampak musim kemarau di Kota Tangerang masih relatif terkendali.

“Kalau kondisi secara umum masih biasa saja. Prediksi itu berdasarkan indikator BMKG terkait curah hujan, tetapi sampai sekarang belum ada informasi ataupun keluhan dari masyarakat terkait kekurangan air akibat musim kemarau,” kata Mahdiar.

Ia menjelaskan, cuaca panas memang mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Namun, kondisi tersebut belum menyebabkan krisis air bersih sebagaimana terjadi di beberapa daerah lain.

“Kalau kering memang kering, tetapi tidak ada kekurangan air. Sampai saat ini belum ada permintaan bantuan air bersih. Yang meningkat justru kejadian kebakaran,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah berkoordinasi dengan Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang untuk menyiapkan sumber air bersih apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Sejumlah reservoir juga telah disiapkan sebagai titik pengambilan air bagi armada BPBD jika harus melakukan distribusi kepada masyarakat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman PDAM. Penyiapan sarana dan prasarana juga sudah dilakukan. Tinggal nanti berkoordinasi dengan kewilayahan apabila ada laporan dari masyarakat,” jelas Mahdiar.

Ia menegaskan, BPBD juga menyiagakan seluruh personel di pos Unit Pelaksana Teknis (UPT) selama 24 jam untuk merespons setiap laporan masyarakat. Sosialisasi pencegahan kebakaran dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau terus dilakukan melalui media sosial maupun jaringan komunikasi kewilayahan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Tangerang berharap masyarakat tetap tenang menghadapi musim kemarau, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana serta menggunakan air secara bijak agar ketersediaannya tetap terjaga hingga musim hujan kembali tiba. (*)

Pos terkait