TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 600 warga binaan Lapas Kelas I Tangerang menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining Tuberkulosis (TB) selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Juli 2026.
Program yang berakhir hari ini Kamis 30 Juli 2026 itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mendeteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan ini merupakan implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia sekaligus tindak lanjut kerja sama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Kementerian Kesehatan dalam pelaksanaan Kick Off Nasional Cek Kesehatan Gratis dan Skrining Tuberkulosis Tahun 2026 bagi warga binaan.
Pada hari terakhir, kegiatan dihadiri perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Banten, Dinas Kesehatan Kota Tangerang, jajaran Lapas Kelas I Tangerang, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Sukasari dan Puskesmas Batusari.
Pemeriksaan yang dijalani warga binaan meliputi skrining gejala TB, cek kesehatan gratis, pemeriksaan Hepatitis C, HIV, sifilis, rontgen dada, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), hingga pencatatan ke dalam Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).
Sementara warga binaan yang diduga terpapar TB menjalani pemeriksaan lanjutan melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) di Laboratorium RS Sitanala Tangerang.
Kepala Bidang Pembinaan Narapidana Lapas Kelas I Tangerang, Dwi Fu’ad Jamali, mengatakan kondisi kesehatan warga binaan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan.
“Pembinaan yang optimal diawali dengan kondisi kesehatan yang baik. Melalui pemeriksaan ini kami dapat mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini sehingga penanganannya dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Kepala Seksi Perawatan Lapas Kelas I Tangerang, Tria, menambahkan pemeriksaan dilakukan secara terpadu agar warga binaan yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera memperoleh layanan medis.
“Seluruh tahapan pemeriksaan dilaksanakan secara terpadu sehingga tindak lanjut medis dapat diberikan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan,” katanya.
Salah seorang warga binaan mengaku bersyukur dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut. Menurutnya, pelayanan yang diberikan petugas sangat baik dan membuat warga binaan merasa diperhatikan.
Berakhirnya program ini menegaskan komitmen Lapas Kelas I Tangerang dalam memenuhi hak kesehatan warga binaan. Kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan diharapkan mampu memperkuat upaya deteksi dini penyakit sekaligus mendukung target nasional eliminasi tuberkulosis di Indonesia. (*)










