Syakilah, Siswi SMA 2 Tangerang Calon Kuat Pembawa Baki Paskibraka Kota Tangerang Tahun 2026

Syakilah Tasyiqah Ramadhani. Siswi kelas XI SMA Negeri 2 Kota Tangerang, salah satu kandidat pembawa baki Paskibraka tingkat Kota Tangerang tahun 2026.

TANGERANG, BANTENEKSPRES CO ID — Perjuangan panjang dan penuh keringat terbayar sudah bagi Syakilah Tasyiqah Ramadhani. Siswi kelas XI SMA Negeri 2 Kota Tangerang ini optimis sebagai salah satu kandidat kuat pembawa baki Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Tangerang untuk momen peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Di balik senyum bangganya saat ini, tersimpan cerita perjuangan yang tidak mudah. Remaja yang akrab disapa Syakila ini mengaku, proses seleksi Paskibraka menuntut pengorbanan yang besar, mulai dari kesiapan fisik, mental, hingga materi.

Bacaan Lainnya

“Untuk perjalanan masuk Paskibraka ini cukup lumayan susah, karena butuh perjuangan, butuh fisik yang kuat, dan mental yang kuat,” ujar Syakila saat ditemui di sela-sela latihan intensif di lapangan Ahmad Yani, Alun-alun Kota Tangerang, Rabu, 29 Juli 2026.

Ketertarikan Syakila pada dunia baris-berbaris bermula ketika ia duduk di bangku kelas 8 SMP Cordova 3 Tangerang. Saat itu, ia ditarik oleh pelatih Paskibra sekolahnya. Dari situlah ia mulai jatuh cinta pada dunia Paskibra yang dinilainya seru, penuh kesigapan, dan menjunjung tinggi kebersamaan.

Namun, pencapaian terbesarnya diraih saat ia resmi mendaftarkan diri pada awal semester dua di kelas 10 lalu. Berdasarkan pengumuman kenaikan kelas ke kelas 11, ia dinyatakan lolos seleksi Paskibraka tingkat Kota Tangerang.

Tak hanya mengantar prestasi, gemblengan di Paskibraka mengubah drastis karakter pribadinya. Syakila mengaku dirinya yang dahulu merupakan anak yang cenderung apatis, kini bertransformasi menjadi sosok yang jauh lebih disiplin, sigap, dan peduli terhadap lingkungan serta teman-temannya.

Menghadapi latihan di bawah cuaca terik Kota Tangerang tentu bukan perkara sepele. Sebagai calon pembawa baki, Syakila mendapatkan porsi latihan khusus, terutama untuk memperkuat otot tangan agar memiliki daya tahan yang prima saat membawa bendera pusaka nanti.
Untuk menjaga kondisi tubuhnya, ia rutin mengonsumsi vitamin serta mengatur pola hidup sehat sejak jauh-jauh hari—mulai dari mengurangi kebiasaan begadang hingga menghindari makanan kurang sehat.

Meski disibukkan dengan jadwal latihan yang padat hingga harus meninggalkan beberapa jam pelajaran di sekolah, Syakila tidak khawatir tertinggal materi akademik. Ia selalu berinisiatif meminta bantuan teman sebangkunya untuk mencatat tugas dan memantau perkembangan pelajaran lewat ponsel setelah latihan selesai.

Meski berstatus sebagai calon kuat pembawa baki, remaja berusia 16 tahun ini tetap memilih untuk rendah hati dan tidak cepat berpuas diri demi mengamankan posisi tersebut hingga hari H upacara kemerdekaan.

“Saya sangat senang dan saya juga lumayan berhati-hati karena kan saya masih calon, saya tidak boleh jumawa, tidak boleh terlalu bersenang-senang terlebih dahulu, karena saya harus tetap menunjukkan performa terbaik,” tegasnya dengan penuh optimisme.

Di balik ketegasannya sebagai pasukan pengibar bendera, Syakila ternyata menyimpan impian masa depan yang mulia. Ia bercita-cita melanjutkan pendidikannya kelak untuk menjadi seorang dokter spesialis anak, setelah sebelumnya sempat memasang target tinggi menembus Paskibraka tingkat nasional. Semangat dan kerja keras Syakila di usia muda membuktikan bahwa disiplin adalah kunci utama menuju kesuksesan.(*)

Reporter : Abdul Aziz

Pos terkait