PAGEDANGAN,BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 1 Pagedangan terus menanamkan budaya hidup bersih kepada seluruh peserta didik melalui program Rabu Bersih. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu itu menjadi salah satu bentuk pembiasaan bagi siswa agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh siswa bersama guru bergotong royong membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, taman, hingga area lingkungan sekolah. Program ini bukan sekadar kegiatan kebersihan biasa, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang terus dibangun oleh sekolah.
Kepala SMPN 1 Pagedangan Baehaki mengatakan, bahwa pembiasaan menjaga kebersihan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat pada diri setiap peserta didik.
“Rabu Bersih merupakan salah satu program pembiasaan yang kami lakukan secara konsisten. Kami ingin membangun kesadaran siswa bahwa menjaga kebersihan bukan karena diperintah, melainkan menjadi kebutuhan dan tanggung jawab bersama. Ketika siswa terbiasa hidup bersih, maka kebiasaan itu akan terus terbawa hingga di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujar Baehaki kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 29 Juli 2026.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih akan memberikan dampak positif terhadap kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar. Siswa akan lebih fokus menerima pelajaran ketika berada di lingkungan yang sehat, rapi, dan bebas dari sampah.
“Lingkungan yang bersih sangat berpengaruh terhadap semangat belajar siswa. Sekolah menjadi tempat yang nyaman, sehat, dan menyenangkan sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Kami ingin seluruh warga sekolah memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan sekolahnya,” katanya.
Baehaki menambahkan, melalui kegiatan tersebut siswa juga diajarkan pentingnya gotong royong, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Kami berharap kebiasaan yang dilakukan setiap Rabu ini tidak berhenti di sekolah saja. Ketika mereka pulang ke rumah, mereka juga terbiasa menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya, membantu orang tua membersihkan halaman, membuang sampah pada tempatnya, dan mengajak anggota keluarga untuk menjaga kebersihan bersama,” ungkapnya.
Ia menilai, pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan melalui teori di dalam kelas, melainkan harus dibangun melalui praktik nyata yang dilakukan secara terus-menerus.
“Karakter peduli lingkungan harus dibentuk melalui kebiasaan. Semakin sering siswa dilibatkan dalam aksi nyata menjaga kebersihan, maka semakin kuat pula rasa tanggung jawab mereka terhadap lingkungan. Inilah yang ingin kami tanamkan kepada seluruh peserta didik SMPN 1 Pagedangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Baehaki berharap seluruh siswa dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami ingin lulusan SMPN 1 Pagedangan tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Salah satunya adalah peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti memungut sampah, merawat tanaman, dan menjaga fasilitas sekolah merupakan bagian dari pendidikan karakter yang akan membawa mereka menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh warga sekolah untuk terus mempertahankan budaya bersih sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Budaya bersih harus menjadi identitas sekolah. Jika seluruh warga sekolah memiliki kesadaran yang sama, maka lingkungan yang sehat, nyaman, dan asri akan selalu terjaga. Dari kebiasaan kecil inilah lahir karakter besar yang akan bermanfaat bagi masa depan siswa,” tutupnya. (*)
Reporter: Randy Yastiawan








