BALARAJA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) di Kampung Kepuh RT 007/RW 003, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, menerima bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang akibat dampak kekeringan yang mulai memicu krisis air bersih di wilayah tersebut.
Bantuan air bersih disalurkan setelah Pemerintah Desa Saga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tangerang menyusul laporan warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Desa Saga Sarnata mengatakan, kekeringan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sumber air warga mulai mengering. Kondisi tersebut membuat masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih sehingga pemerintah desa bergerak cepat mengajukan bantuan kepada BPBD Kabupaten Tangerang.
“Kami melihat langsung kondisi masyarakat di Kampung Kepuh RT 007/RW 003 yang mulai mengalami krisis air bersih. Sumur-sumur warga debit airnya menurun bahkan ada yang sudah tidak bisa digunakan. Karena itu, kami segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tangerang agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera terpenuhi,” ujar Sarnata kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 26 Juli 2026.
Menurutnya, bantuan air bersih tersebut sangat membantu masyarakat yang saat ini bergantung pada pasokan air dari BPBD untuk kebutuhan memasak, minum, mandi, hingga mencuci.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Tangerang yang bergerak cepat merespons permohonan kami. Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh warga karena air bersih merupakan kebutuhan utama yang tidak bisa ditunda,” katanya.
Sarnata menjelaskan, hingga saat ini distribusi air bersih masih terus dilakukan karena kondisi kekeringan belum berakhir. Pemerintah desa juga terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan pelayanan yang sama.
“Saat ini warga masih terus mengambil air bersih dari bantuan BPBD. Kami juga terus berkomunikasi dengan pihak BPBD mengenai kebutuhan air berikutnya. Selama kondisi kekeringan masih berlangsung, kami akan terus berupaya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ungkapnya.
Ia berharap, kondisi cuaca segera membaik sehingga sumber air warga kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.
“Kami berharap musim kemarau ini tidak berlangsung terlalu lama sehingga krisis air bersih segera berakhir. Pemerintah desa akan terus hadir membantu masyarakat dan berkoordinasi dengan instansi terkait apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan lebih lanjut,” tutur Sarnata.
Sementara itu, warga Kampung Kepuh tampak memanfaatkan bantuan tersebut dengan membawa jeriken, ember, dan berbagai wadah penampung air untuk memenuhi kebutuhan keluarga masing-masing.
Wawan salah satu warga Kampung Kepuh yang terdampak krisis air bersih menjelaskan, bahwa Krisis air bersih terjadi sejak lima hari lalu. Air yang keluar dari pompa air miliknya airnya sangat kecil dan nampung air bisa berjam-jam.
“Air mulai kecil sejak lima hari lalu, bukan hanya saya saja tetapi semua warga juga merasakan air yang kecil akibat kekeringan yang terjadi. Dengan bantuan air bersih ini, sedikit membantu kami untuk bisa dapat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,”tutupnya. (*)











