SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 69 calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Tangerang Selatan dibekali kemampuan Bahasa asing sebelum diberangkatkan.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan sebanyak 69 calon pekerja migran telah terdaftar pada tahap awal program tersebut. Dari jumlah itu, 31 peserta hadir untuk mengikuti proses awal sebelum memasuki tahapan pelatihan.
“Hari ini kita mengonkretkan kemitraan antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan beberapa perusahaan yang orientasinya mempersiapkan pekerja migran kita ke luar negeri. Alhamdulillah melalui berbagai proses perekrutan, tahap pertama ini sudah ada sekitar 69 peserta,” ujar Benyamin, Senin 13 Juli 2026.
Ia menjelaskan, para peserta akan mendapatkan pelatihan bahasa sebagai bekal sebelum diberangkatkan ke negara tujuan. Pelatihan difokuskan pada bahasa Jepang dan bahasa Inggris, menyesuaikan kebutuhan pasar kerja internasional.
“Mereka akan mendapatkan pelatihan bahasa, terutama bahasa Jepang dan bahasa Inggris, karena orientasi pasarnya ke sana. Selain itu juga ada beberapa negara di Eropa yang menjadi tujuan penempatan sesuai kompetensi perusahaan yang bermitra dengan pemerintah,” katanya.
Dikatakan Benyamin, peluang kerja yang tersedia cukup beragam, mulai dari sektor kesehatan hingga industri hospitality. Tenaga kerja di bidang kesehatan menjadi salah satu profesi yang memiliki permintaan tinggi di sejumlah negara Eropa, sementara sektor hospitality mencakup pekerjaan di hotel, restoran, maupun layanan jasa lainnya.
“Bidangnya antara lain kesehatan dan hospitality. Untuk hospitality bisa bekerja di hotel, restoran, dan sektor layanan lainnya. Sementara tenaga kesehatan juga cukup banyak dibutuhkan, terutama di beberapa negara Eropa,” jelasnya.
Benyamin menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap program ini dapat terus dikembangkan agar semakin banyak warga Tangerang Selatan memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri secara legal, aman, dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Tangsel juga telah membentuk Tim Kerja Pekerja Migran yang bertugas mengoordinasikan pelaksanaan program, mulai dari persiapan, pelatihan, hingga pendampingan bagi calon pekerja migran.
“Alhamdulillah saya menyambut baik rencana ini dan akan terus kita lanjutkan ke depannya. Tangsel juga sudah membentuk tim kerja pekerja migran untuk mendukung pelaksanaan program ini,” ucapnya. (*)
Reporter: Dani mukarom











