SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 280 calon peserta didik yang tidak lolos seleksi masuk SMP negeri di Kota Serang dipastikan tetap dapat melanjutkan pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang akan menyalurkan mereka ke 14 sekolah swasta yang telah berkomitmen menggratiskan biaya pendidikan.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan daya tampung SMP negeri tahun ajaran 2026/2027 hanya mencapai 8.559 siswa. Sementara jumlah pendaftar tercatat sekitar 8.839 siswa, sehingga terdapat selisih sekitar 280 siswa yang tidak tertampung.
“Jumlah peserta yang diterima sesuai dengan daya tampung, yaitu 8.559 siswa. Yang mendaftar sekitar 8.839 siswa. Ada selisih sekitar 280 siswa dan mereka akan kami distribusikan ke sekolah-sekolah swasta. Bahkan ada 14 sekolah swasta yang telah berkomitmen menggratiskan biaya pendidikan,” ujarnya.
Menurut Ahmad Nuri, kebijakan tersebut menjadi solusi agar seluruh calon peserta didik tetap memperoleh akses pendidikan meski tidak diterima di sekolah negeri.
Ia juga memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini berjalan kondusif dan lancar. Berbagai keluhan yang muncul selama proses pendaftaran dinilai hanya bersifat teknis dan dapat diselesaikan melalui ruang pengaduan yang disediakan Dindikbud.
Keluhan tersebut di antaranya berkaitan dengan perubahan data kependudukan di Dukcapil, penggunaan Kartu Keluarga (KK) berbarcode, hingga kendala mengakses portal pendaftaran.
“Semuanya bisa kami selesaikan melalui ruang pengaduan yang humanis. Alhamdulillah pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan kondusif dan lancar,” katanya.
Selain itu, Ahmad Nuri menegaskan proses SPMB di Kota Serang berlangsung secara transparan. Dindikbud berkomitmen tidak memberikan ruang terhadap praktik titip-menitip maupun transaksi dalam penerimaan peserta didik baru.
“Kami berkomitmen tidak ada praktik transaksional maupun titip-menitip dalam proses SPMB,” tegasnya. (*)











