CILEDUG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Aksi premanisme kembali terjadi di Kota Tangerang. Diduga karena kesal permintaan uang jatah sebesar Rp10 ribu per hari ditolak, sekelompok preman menyerang pedagang buah di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Rabu 1 Juli 2026 malam.
Akibatnya, tiga pedagang mengalami luka bacok, sementara polisi kini memburu para pelaku.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Muhammad Jauhari mengatakan, peristiwa bermula sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, seorang pria berinisial ZI alias Udin mendatangi lapak pedagang semangka dan melon untuk meminta uang jatah.
Namun, permintaan tersebut ditolak oleh para pedagang. Tak lama berselang, ZI kembali dengan membawa senjata tajam bersama sejumlah rekannya.
“Permintaan tersebut ditolak oleh para pedagang. Setelah itu yang bersangkutan pergi, namun tidak lama kemudian kembali sambil membawa senjata tajam dan mengajak beberapa rekannya,” ujar Jauhari, Kamis 2 Juli 2026.
Menurutnya, kelompok tersebut sempat datang sekitar enam orang. Karena kalah jumlah saat bentrokan pertama, mereka kemudian kembali dengan kekuatan lebih besar, sekitar 10 orang, dan seluruhnya membawa senjata tajam.
Bentrokan pun tak terhindarkan. Para pelaku menyerang pedagang hingga mengakibatkan tiga korban mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, dua orang dari kelompok penyerang juga mengalami luka.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama Unit Reskrim Polsek Ciledug langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, dua orang yang diduga terlibat berhasil diamankan.
Keduanya adalah MSS alias Bule yang diduga melakukan pembacokan terhadap korban serta Panji alias Qbenk yang diduga membantu membawa salah seorang pelaku ke rumah sakit usai kejadian.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan sarung golok di rumah salah satu terduga pelaku. Selain itu, petugas juga mengamankan sandal yang terdapat bercak darah serta satu bilah golok yang ditemukan di lokasi kejadian sebagai barang bukti.
“Dalam penggeledahan di rumah salah satu terduga pelaku, petugas menemukan sarung golok. Sementara di lokasi lain ditemukan sandal yang terdapat bercak darah dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Jauhari.
Polisi kini masih memburu tiga terduga pelaku lainnya, yakni ZI alias Udin, Fajar, dan Angki. Ketiganya diduga terlibat langsung dalam aksi penyerangan terhadap para pedagang.
“Pemeriksaan terhadap korban maupun para pihak yang diamankan akan dilakukan setelah kondisi kesehatan mereka memungkinkan. Penyidikan masih terus kami kembangkan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat,” tegas Jauhari. (*)











