MAUK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang sudah masuk hari ketiga. Api yang melalap area gunung sampah sudah meluas hingga 15 hektare dari total luasan TPA mencapai 33 hektare.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, ada tiga kecamatan yang menggelar salat istisqa secara serentak. Kata dia, hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah bersama masyarakat dan tokoh agama untuk memadamkan kobaran api di TPA Jatiwaringin.
“Kecamatan Mauk, Sukadiri dan Rajeg, bersama masyarakat dan ulama kita doa bersama memohon hujan. Ini salah satu ikhtiar kita bersama masyarakat, bersama para kiyai, ustad dan lainnya,” katanya, Kamis 2 Juli 2026.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengatakan, luasan area terbakar pada hari ketiga lebih dari 10 hektare. Meski begitu, ia memastikan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal. Salat Istisqa serentak di tiga kecamatan bersama masyarakat digelar pada Jumat pagi pukul 08.30, 3 Juli 2026.
“Kita sudah siapkan lahan darutat perintah dari Pak Bupati. Layanan angkut sampah juga normal. Hari ini luasan terbakar sampai 15 hektare dari total 33 hektare luas TPA,” katanya, Kamis 2 Juli 2026.
Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, status darurat sudah diteken Pemkab Tangerang. Hal ini tertuang dalam Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026 Tentang Status Tanggap Darurat Kebakaran di TPA Jatiwaringin.
“Statusnya sudah darurat, sudah keluar SK Bupati. Hingga hari ini ada dua Helikopter Water Boombing yang dikerahkan di lokasi untuk pemadaman,” katanya.
Taufik mengatakan, jumlah warga terdampak kebakaran mencapai 57 jiwa dari 30 kepala keluarga (KK). Saat ini, pemerintah daerah membuat posko pengungsi darurat di Kantor Desa Tanjakan Mekar untuk menampung korban kebakaran.
Untuk penanganan kebakaran, BPBD mengerahkan total 12 unit mobil pemadam kebakaran. Dibantu dari BPBD Kota Tangerang sebanyak 3 unit mobil pemadam kebakaran.
“Total personil kita sebanyak 70 orang yang dikerahkan ke lokasi. Pemadaman menggunakan unit dan Alkon Sedot. Unit mobil pemadam kita disebar untuk mencegah api meluas. Juga bantuan dari BNBP Pusat dua helickopter water bombing. Kita juga kerahkan alat berat seperti Bulldozer, ekavator, wheal louder, dan dump truck untuk mempermudah petugas menjangkau titik api,” katanya.(*)











