SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kabupaten Serang telah dibentuk Kampung Siaga Bencana tingkat Provinsi Banten, sejak Selasa 30 Juni 2026 yang berlokasi di Perkemahan Dar El Qolam Rancapanti, Desa Bugel, Kecamatan Padarincang.
Ada sebanyak 60 peserta diberikan sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana, pesertanya terdiri dari unsur kecamatan, Puskesmas, anggota Tagana, pemerintah desa, BPD, RT dan RW, kader Posyandu, DKR Kwarran Padarincang dan anggota RAPI Padarincang.
Penentuan peserta ini difokuskan pada aktor di tingkat desa dan kecamatan, agar materi kampung siaga bencana langsung diteruskan ke masyarakat.
Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari mulai Selasa 30 Juni sampai Kamis Juli 2026, acara dibuka oleh Bupati Serang diwakili Asda II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Serang Febriyanto.
Turut hadir unsur Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Kepala Dinsos Kabupaten Serang Yadi Priyadi, Porkopincam Padarincang, Kepala KUA Kecamatan Padarincang, Ketua MUI Kecamatan Padarincang, Pengasuh Ponpes Dar el Qolam, Kepala Puskesmas Kecamatan Padarincang dan Kepala Desa Se Kecamatan Padarincang.
Asda II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Serang Febriyanto mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama pemerintah daerah dan menggandeng pihak swasta atau BUMN.
“Adapun fokus utama pembentukan kampung siaga bencana, adalah memperkuat ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana seperti banjir dan longsor,” katanya melalui keterangan tertulis, Rabu 1 Juli 2026.
Febriyanto mengatakan, adapun materi yang disampaikan ke para peserta meliputi mitigasi bencana seperti, pemetaan jalur evakuasi aman dan penetapan titik kumpul pengungsian, mengingat Kecamatan Padarincang rawan pergerakan tanah dan longsor.
Kemudian materi lainnya yaitu tanggap darurat seperti, pelatihan pembentukan lumbung sosial, mekanisme evakuasi warga, serta tata kelola pendirian dan operasional dapur umum saat bencana.
“Ada juga materi simulasi lapangan seperti praktik prosedur penyelamatan diri, dan mitigasi bencana banjir dan tanah longsor langsung di desa yang ada di Kecamatan Padarincang,” ujarnya.
Dikatakan Febriyanto, adapun Fokus wilayah rawan yaitu di Desa Citasuk dan Desa Batukuwung, yang menjadi prioritas utama karena rutin terdampak banjir akibat luapan sungai dan tanah longsor.
Sehingga untuk mengurangi risiko diperlukan sinergi yang diperkuat, antara pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung Cidurian dan Cidanau (BBWSC3), dan masyarakat melalui program normalisasi sungai.
“Tidak hanya itu Dinsos Kabupaten Serang juga, rutin menyalurkan bantuan bagi ratusan KK terdampak agar pemulihan berjalan cepat. Dengan adanya kampung siaga bencana ini, desa diharapkan memiliki struktur, jalur evakuasi, lumbung logistik, dan relawan siaga yang aktif sebelum, saat, dan setelah bencana,” ucapnya. (*)











