TBP Temui DPRD Pandeglang, Bahas Percepatan Eliminasi TBC

Anggota TBP Pandeglang, Ridho Rifaldi tengah berdiskusi bersama Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang H.Y Rusmiadi di kantornya, Rabu 24 Juni 2026.

PANDEGLANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Tunas Banten Pratama (TBP) Pandeglang melakukan pertemuan dengan Komisi IV DPRD Pandeglang, Rabu 24 Juni 2026. Hal ini dilakukan untuk membahas upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pandeglang.

Dalam pertemuan tersebut, TBP Pandeglang dipimpin oleh Ridho Rifaldi diterima langsung oleh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang H.Y Rusmiadi.

Bacaan Lainnya

Ridho Rifaldi, mengatakan penanganan TBC di lapangan membutuhkan sejumlah alat untuk memperkuat layanan kesehatan agar deteksi dan pengobatan TBC dapat berjalan lebih cepat dan merata.

Salah satunya masih terbatasnya ketersediaan alat TCM (Tes Cepat Molekuler) untuk pemeriksaan TBC di Kabupaten Pandeglang. Alat TCM dinilai menjadi sarana penting karena mampu mempercepat proses diagnosis sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan dan mengurangi risiko penularan di masyarakat.

Selain pembahasan terkait penguatan sarana pemeriksaan, audiensi juga membahas usulan penambahan BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) bagi petugas TBC di Kabupaten Pandeglang.

“Usulan ini muncul sebagai bentuk dukungan terhadap petugas yang selama ini menjalankan penemuan kasus, pendampingan pasien, pelacakan kontak, edukasi masyarakat, hingga memastikan pasien menjalani pengobatan secara tuntas,” katanya.

Menurut Ridho, isu eliminasi TBC menjadi salah satu perhatian penting karena berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang H.Y Rusmiadi, mendukung penuh terhadap program eliminasi TBC. Menurutnya, penguatan fasilitas kesehatan harus berjalan beriringan dengan penguatan sumber daya manusia di lapangan.

“Atas dasar diskusi dan menerima masukan dari TBP, kami akan mendorong penambahan alat TCM TBC serta mengkaji dukungan tambahan BOK bagi petugas TBC agar layanan deteksi, dan pendampingan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif,” ungkapnya.

Dukungan ini diharapkan dapat membantu mempercepat penemuan kasus, meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien, serta mendukung target eliminasi TBC melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan organisasi pendamping di lapangan.

“Dengan begitu Kabupaten Pandeglang diharapkan mampu memperkuat sistem layanan TBC, dan menghadirkan akses diagnosis yang lebih cepat serta pelayanan kesehatan yang semakin optimal bagi masyarakat,” paparnya. (*)

Pos terkait