CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Curug kembali melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tinggi Protein untuk Balita Stunting Tahun 2026 Periode ke-3 sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kecamatan Curug. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah bersama TP PKK dan berbagai pihak terkait dalam meningkatkan status gizi serta kesehatan balita yang berisiko mengalami stunting.
Pemberian makanan tinggi protein tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi balita sehingga tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal sesuai dengan usianya.
Ketua TP PKK Kecamatan Curug, Ririn Alpianti Arif, mengatakan bahwa pemenuhan gizi yang cukup merupakan salah satu kunci utama dalam mencegah dan menanggulangi stunting pada anak.
“Kami berharap melalui kegiatan ini kebutuhan gizi balita, khususnya yang terindikasi stunting, dapat terpenuhi dengan baik. Asupan makanan yang kaya protein sangat penting untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta meningkatkan daya tahan tubuh anak,” ujar Ririn kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 25 Juni 2026.
Ia menegaskan, bahwa keberhasilan program penanganan stunting tidak hanya bergantung pada bantuan yang diberikan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari keluarga, terutama orang tua.
“Peran orang tua sangat penting dalam memastikan anak mendapatkan makanan yang bergizi, seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan usianya. Pemberian makanan sehat harus menjadi kebiasaan yang diterapkan setiap hari di rumah, bukan hanya saat ada program bantuan,” katanya.
Menurut Ririn, masa balita merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi anak harus menjadi prioritas bersama.
“Anak-anak yang tumbuh dengan gizi yang baik akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang secara optimal, baik dari segi kesehatan, kecerdasan, maupun kemampuan sosialnya. Oleh sebab itu, upaya pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini dan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga mengajak, seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mendukung program penurunan stunting yang sedang dijalankan pemerintah. Hal tersebut demi kepentingan untuk balita agar tidak terkena stunting.
“Kami mengajak seluruh kader PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat untuk terus bersinergi dalam mengawal tumbuh kembang anak-anak kita. Penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi dari semua pihak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ririn berharap kegiatan pemberian makanan tinggi protein ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan status gizi balita di Kecamatan Curug.
“Kami ingin melihat anak-anak di Kecamatan Curug tumbuh sehat, aktif, dan ceria. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, kami optimistis angka stunting dapat terus ditekan sehingga ke depan Kecamatan Curug dapat menjadi wilayah yang semakin sehat dan bebas stunting,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, TP PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat, program percepatan penurunan stunting di Kecamatan Curug diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
“Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkualitas, dan bebas stunting,” tutupnya. (*)










