TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Benda Kota Tangerang, secara resmi telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Hal itu guna memperluas akses dalam optimalisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan (Yankes) bagi masyarakat.
Direktur RSUD Benda, dr Suhendra mengatakan, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan BPJS kesehatan dalam upaya mengatasi kendala rujukan yang selama ini dihadapi oleh warga pemegang kartu kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut.
Dikatakan Suhendra, kerjasama ini menjadi titik awal yang krusial untuk mengoptimalkan layanan kesehatan, khususnya bagi warga di tiga wilayah kecamatan terdekat yaitu, Kecamatan Benda, Neglasari dan Batuceper.
” LSelama ini problemnya adalah masyarakat yang memiliki BPJS tidak bisa tidak bisa kita layani. Setelah resmi menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan kini
Banyak layanan yang bisa diakses masyarakat dengan mudah,” kata dr Suhendra.
“Mudah-mudahan kita dapat meningkatkan kualitas layanan, khususnya di lingkungan masyarakat Kecamatan Benda, Batuceper, dan Neglasari,” sambungnya.
Menurutnya, keberadaan RSUD Benda sangat vital mengingat minimnya fasilitas rumah sakit alternatif di kawasan tersebut. Oleh karena itu, pihak manajemen berkomitmen untuk terus menambah kapasitas tempat tidur (kamar) serta melengkapi peralatan medis sesuai standar pelayanan.
Meski saat ini RSUD Benda masih berstatus sebagai rumah sakit tipe D, kata Suhendra, pihaknya telah menyusun rencana strategis jangka panjang untuk menaikkan status menjadi tipe C. Kendati demikian, rencana pengembangan ini menghadapi tantangan keterbatasan lahan, yang salah satu opsinya memerlukan kajian mendalam terkait relokasi sekolah di sekitar area rumah sakit.
“Kedepan kita akan coba sama-sama rumuskan, rencanakan, dan alokasikan anggaran untuk mendorong peningkatan menjadi tipe C. Kita penuhi berbagai kebutuhannya secara bertahap, mengingat keterbatasan dan kemampuan anggaran yang kita miliki,” jelasnya.
Iia menambahkan, penandatanganan kontrak kerja sama dengan BPJS Kesehatan sebenarnya telah dilakukan sejak awal April 2026. Namun, proses pemenuhan dokumen administrasi serta integrasi sistem (bridging) aplikasi baru berjalan optimal pada bulan Mei ini.
Dengan berjalannya kerja sama ini, tambah Suhendra, RSUD Benda memastikan enam dari tujuh poliklinik rawat jalan yang tersedia sudah dapat melayani pasien BPJS Kesehatan secara maksimal.
Enam layanan tersebut diantaranya, Poliklinik Penyakit Dalam, Poliklinik Bedah, Poliklinik Kandungan (Obgyn), Poliklinik Anak dan Poliklinik Paru serta Poliklinik Konservasi Gigi.
“Hanya ada satu poli layanan yang belum dikerjasamakan dengan BPJS, yaitu poli bedah mulut. Ini dikarenakan pada saat proses kredensial, dokter spesialisnya belum tersedia. Namun, masyarakat tetap bisa mengakses layanan tersebut secara mandiri (pribadi),” papar Suhendra.
Menyikapi potensi lonjakan jumlah pasien pasca-kerjasama dengan BPJS Kesehatan, kata Suhendra, manajemen RSUD Benda telah menyiapkan strategi matang guna mempertahankan kinerja dan mutu pelayanan.
Langkah antisigap tersebut telah dimulai sejak akhir tahun lalu melalui penambahan kuantitas tenaga kerja secara signifikan.
“Semenjak November 2025, kita sudah merekrut SDM baru. Saat ini total SDM kita sudah mencapai kurang lebih 96 orang, yang terdiri dari tenaga medis, tenaga perawatan, hingga tenaga penunjang lainnya. Dengan kapasitas SDM yang cukup ini, kami optimis pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal,” pungkasnya.(*)










