Perbaikan Jalan Picu Kemacetan Parah di Pasir Gadung, Warga Keluhkan Minimnya Pengaturan Lalu Lintas

Kondisi Jalan Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, yang di keluhkan masyarakat adanya perbaikan jalan membuat kemacetan. Randy/Bantenekspres.co.id

CIKUPA,BANTEN — Kemacetan parah terjadi di Jalan Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dikeluhkan warga dan para pengguna jalan lantaran antrean kendaraan mengular panjang hingga berjam-jam, terutama pada waktu sibuk pagi dan sore hari.

Kemacetan tersebut diduga kuat dipicu oleh proyek perbaikan jalan yang tengah berlangsung di kawasan tersebut. Proses pengerjaan menyebabkan penyempitan badan jalan, sehingga arus kendaraan dari dua arah harus bergantian melintas. Situasi ini diperparah dengan tingginya volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut setiap harinya.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lokasi menunjukkan, kendaraan roda dua maupun roda empat terjebak dalam antrean panjang tanpa pergerakan berarti. Tidak sedikit pengendara yang terpaksa mematikan mesin kendaraannya karena macet total. Bahkan, beberapa di antaranya mencoba mencari celah untuk melintas, yang justru memperparah kondisi lalu lintas menjadi semakin semrawut.

Salah satu pengendara motor, Herdi Muhardi, mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Ia menyebut kemacetan di Jalan Pasir Gadung sudah terjadi sejak dimulainya proyek perbaikan jalan, dan hingga kini belum ada solusi yang efektif untuk mengurai kepadatan kendaraan.

“Macetnya sudah tidak wajar, panjang sekali. Saya setiap hari lewat sini untuk kerja ke arah Tigaraksa, dan hampir selalu terlambat karena kondisi ini. Tidak ada jalan alternatif juga, jadi mau tidak mau harus tetap lewat sini,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 5 Mei 2026.

Menurut Herdi, seharusnya ada langkah antisipasi dari pihak terkait sebelum proyek dimulai, seperti rekayasa lalu lintas atau pemberitahuan kepada masyarakat mengenai jalur alternatif yang bisa digunakan.

“Kalau saja setiap perbaikan ada skema lalulintas maka tidak akan ada macet, pemerintah beneran melaksanakan perbaikan jalan tetapi tidak memikirkan dampak lalulintas sehingga yang menjadi korban masyarakat,” paparnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Anita, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi perbaikan jalan. Ia mengungkapkan bahwa kemacetan terjadi hampir setiap hari, bahkan bisa berlangsung selama berjam-jam tanpa adanya penanganan yang jelas.

“Setiap pagi dan sore pasti macet. Kadang sampai berjam-jam tidak bergerak. Yang bikin kesal, tidak ada petugas yang mengatur lalu lintas di sini. Jadi kendaraan saling berebut jalan, makin parah macetnya,” ungkap Anita.

Ia berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, kehadiran petugas lalu lintas sangat dibutuhkan untuk mengatur arus kendaraan selama proses perbaikan jalan berlangsung.

“Semoga ada solusinya, kasihan warga yang melintas setiap pagi dan sore harus berjuang dengan macet. Jadi, harus ada solusi untuk lalulintasnya,” ungkapnya.

Kemacetan di Jalan Pasir Gadung tidak hanya berdampak pada keterlambatan aktivitas kerja warga, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut. Beberapa pengendara bahkan mengaku harus menambah waktu tempuh hingga dua kali lipat dari biasanya.

Warga berharap adanya solusi jangka pendek seperti penempatan petugas, pengaturan buka-tutup jalan, hingga penyediaan jalur alternatif sementara. Sementara untuk jangka panjang, diharapkan perencanaan proyek infrastruktur dapat dilakukan lebih matang agar tidak menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. (*)

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait