SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyiapkan anggaran sebesar Rp37,6 miliar dari APBD 2026 sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi.
Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, menyebutkan anggaran tersebut merupakan respons atas inflasi Maret 2026 yang mencapai 3,79 persen. Dana itu akan difokuskan pada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) strategis, seperti DinkopUKMPerindag, DPUPR, dan DKPPP.
“Anggaran ini menjadi upaya konkret untuk menahan laju inflasi, terutama melalui penguatan distribusi dan ketersediaan bahan pokok,” ujar Nanang, Minggu 26 April 2026.
Ia menjelaskan, intervensi anggaran tersebut diarahkan sebagai bantalan ekonomi agar pasokan di pasar tetap terjaga dan lonjakan harga bisa ditekan. Meski saat ini sejumlah komoditas seperti beras dan minyak goreng masih relatif stabil, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah minyak goreng bersubsidi Minyakita. Pemkot Serang, kata Nanang, terus memantau pergerakan harganya dan berkoordinasi dengan Bulog serta Pemerintah Provinsi Banten guna memastikan ketersediaan stok tetap aman hingga beberapa bulan ke depan.
Selain itu, pemantauan juga dilakukan terhadap komoditas lain seperti bawang merah, daging ayam, dan daging sapi agar tetap terjangkau masyarakat.
Nanang turut menyinggung potensi tekanan dari sisi distribusi akibat fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Menurutnya, diperlukan kerja sama lintas sektor untuk menekan biaya logistik agar tidak berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.
Menjelang Iduladha, Pemkot Serang juga menyiapkan langkah antisipatif terhadap kenaikan harga hewan kurban. Salah satunya melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan paket sembako dengan harga terjangkau.
“Melalui pasar murah, masyarakat bisa mendapatkan paket kebutuhan pokok senilai lebih dari Rp200 ribu dengan harga sekitar Rp30 ribu,” jelasnya.
Dengan strategi tersebut, Pemkot Serang optimistis laju inflasi sepanjang 2026 dapat dikendalikan, sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. (*)









